Kadis LH DKI: Proyek Perbaikan Trotoar Sumbang Polusi Udara di Jakarta

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Andono Warih, mengakui faktor cuaca membuat polusi udara di Ibu Kota tidak baik. Saat musim kemarau, kondisi udara lebih buruk daripada musim hujan.
Selain pengaruh musim, Andono tak menampik, berbagai proyek yang sedang berjalan juga berpengaruh menyumbang buruknya kualitas udara di Jakarta.
“Tadi ada faktor cuaca, kedua faktor proyeknya. Saya kemarin dapat laporan dari teman-teman laboratorium LH, di seputaran Thamrin itu lagi pembenahan trotoar. Saya ada fotonya,” kata Andono saat dihubungi, Kamis, (25/7).
“Kebetulan titik kami pun termonitor, pengukuran Dinas LH itu. Jadi akan berpengaruh, termasuk Cikini, itu juga ber-impact. Di Thamrinnya sendiri ada,” tambahnya.
Saat ini Pemprov DKI memang sedang merevitalisasi trotoar di area Cikini, Jakarta Pusat. Andono meminta orang-orang yang bekerja di proyek tersebut ikut menjaga lingkungan. Sehingga secara perlahan polusi udara di Jakarta bisa membaik.
“Kami dari Dinas LH mengimbau kepada pelaku, proyek untuk sering-sering siram di lokasi proyek, supaya, istilah membantu, debu tidak bertebaran ke mana-mana. Kan begitu, minimal itu,” ujar Andono.
Andono merasa apabila proyek pembangunan trotoar di Cikini sudah selesai maka tidak hanya bisa mengurangi polusi, tetapi bisa menambah kelancaran transportasi. Sebab, Andono mengakui kemacetan terjadi karena revitalisasi tersebut.
“Insyaallah kalau proyek ini selesai, kan akan lebih bersih, membaik pastinya. Sekarang sedang ada di Cikini juga dilihat dari sumber primer sendiri bikin debu, sekunder juga nambah kemacetan. Kan asap lebih banyak, kan di titik itu saat ini tentu akan ada peningkatan sementara ini,” tutur Andono.
