Kenangan Ridwan Kamil tentang Mbah Moen: Ulama Karismatik Semua Pihak

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau akrab disapa Emil mengucapkan duka cita atas meninggalnya ulama karismatik asal Rembang, KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen. Menurut Emil, tidak banyak ulama karismatik di Indonesia yang bisa diterima semua pihak, termasuk dua kubu yang bertarung di ajang pilpres lalu.
"Tidak banyak ulama besar yang karismatik yang diterima semua pihak yang karismanya membuat semua pihak di Pilpres pun semua dapat nasihatnya," kata Emil di Jatinangor, Selasa (6/8).
Emil mengatakan Mbah Moen merupakan sosok yang patut dijadikan panutan. Dia berharap di masa mendatang muncul kembali sosok seperti Mbah Moen yang bisa mengayomi semua pihak.
"Mudah-mudahan jadi sosok panutan, dicari sosok seperti Mbah Moen di masa depan yang mengayomi semua pihak," ujar dia.
Emil berharap keluarga Mbah Moen yang ditinggalkan selalu diberikan kesabaran serta ketabahan.
"Semoga yang ditinggalkan diberi kesabaran karena kalau di Makkah biasanya dimakamkan di tanah suci," kata dia.
Mbah Moen meninggal usai subuh atau sekitar pukul 04.17 waktu Makkah. Mbah Moen meninggal dalam usia 90 tahun saat tengah menjalankan ibadah haji.
Selama menunaikan haji di tanah suci, Mbah Moen selalu sehat dan tak pernah mengeluh sakit.
"Ketika di Makkah sehat banget. Sempat tawaf dan umrah pake kursi roda. Enggak ada keluhan penyakit apa-apa," ujar Muhtarom yang merupakan pendamping Mbah Moen di RS Al Noor, Makkah, tempat jenazah Mbah Moen disemayamkan.
