Korsel Tuding Korut Kembali Luncurkan Rudal

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah rudal diluncurkan pada saat latihan militer Korea Utara berlangsung. Foto: KCNA via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah rudal diluncurkan pada saat latihan militer Korea Utara berlangsung. Foto: KCNA via REUTERS

Pemerintah Korea Selatan menuding Korea Utara kembali meluncurkan rudal. Peluncuran misil itu berlangsung beberapa hari selang uji coba yang diikuti peringatan dari Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, untuk Korea Selatan terkait rencana menggelar latihan militer bersama Amerika Serikat.

Rudal itu terdeteksi diluncurkan dari Wonsan yang berada di pesisir timur Korea Utara pada Rabu (31/7) pagi. Korea Selatan menyebut dua rudal yang diluncurkan sempat terbang sejauh 250 kilometer sebelum jatuh di laut lepas.

"Kami menekankan serangkaian peluncuran rudal tidak membantu meredakan ketegangan di Semenanjung Korea dan mendesak Korea Utara untuk menahan diri dari tindakan seperti itu," sebut Pemerintah Korea Selatan dalam pernyataannya.

embed from external kumparan

Peluncuran misil ini kembali menimbulkan ketegangan di Semenanjung Korea. Padahal, pada tahun lalu konflik antara dua negara sempat mereda setelah ada pertemuan Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, di Zona Demiliterisasi, kawasan perbatasan dua negara tersebut.

Kim Jong-un juga sudah menyatakan komitmen ingin menghentikan pengembangan senjata nuklir saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura pada Juni 2018.

Namun, tensi politik di Semenanjung Korea mulai meningkat setelah permintaan Kim Jong-un agar Amerika Serikat mencabut sanksi ekonomi yang dijatuhkan ke negaranya, belum dikabulkan. Selain itu, pertemuan kali kedua antara Jong-un dan Trump di Vietnam pada Februari 2019 tidak mencapai kesepakatan.

Ketegangan sempat mereda lagi kala Trump berkunjung ke Korea Selatan pada Juni 2019. Trump sempat berkunjung ke Demilitarized Zone untuk bertemu Kim Jong-un dan menjejakkan kakinya di Korea Utara.