Luncurkan 2 Misil, Korut Berikan Peringatan Serius untuk Korsel

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peluncuran misil Korea Utara Foto: KCNA via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran misil Korea Utara Foto: KCNA via Reuters

Ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan tampaknya kembali meningkat. Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, kembali melontarkan ancaman kepada tetangganya.

Korea Utara pada Kamis (25/7) melakukan uji coba peluncuran misil yang disebut merupakan jenis pengembangan terbaru. Peluru kendali itu diklaim bisa mengudara dengan ketinggian rendah sehingga sulit terdeteksi dan dihalau. Peluncuran itu disaksikan langsung oleh Kim Jong-un.

Kim Jong-un mengatakan, uji coba misil itu dilakukan untuk memberikan peringatan kepada Korea Selatan yang ingin kembali menggelar latihan perang dengan militer Amerika Serikat. Korea Utara memandang latihan perang yang hampir berlangsung setiap tahun itu sebagai bentuk ancaman.

"Peringatan serius untuk penghasut perang di Korea Selatan," kata Kim Jong-un seperti dikutip AFP dari KCNA, Jumat (26/7).

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berbicara dalam pertemuan KTT dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS

Peluncuran dua misil itu terpantau oleh militer Korea Selatan. Disebutkan masing-masing peluru kendali itu sempat menempuh jarak 450 kilometer dan 700 kilometer sebelum jatuh di perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang. Jangkauan misil itu membuatnya bisa menargetkan tempat mana saja di Korea Selatan.

Tindakan Korea Utara lantas mendapat respons dari Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat. Kementerian Pertahanan Jepang sangat menyesalkan tindakan Pemerintahan Kim Jong-un, Korea Selatan menyatakan ada perhatian besar untuk peristiwa itu, sedangkan Amerika Serikat meminta segala bentuk provokasi dihentikan.

Sebagai informasi, sejak pertengahan 2018, ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan sempat mereda setelah dua pemimpin negara itu saling bertemu. Kim Jong-un juga sudah menyatakan komitmen ingin menghentikan pengembangan senjata nuklir saat bertemu Presiden Amerika Serikat di Singapura pada Juni 2018.

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea, di Panmunjom, Korea Selatan, (30/6). Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Namun, tensi politik di Semenanjung Korea mulai meningkat setelah permintaan Kim Jong-un agar Amerika Serikat mencabut sanksi ekonomi yang dijatuhkan ke negaranya, belum dikabulkan. Selain itu, pertemuan kali kedua antara Jong-un dan Trump di Vietnam pada Februari 2019 tidak mencapai kesepakatan.

Ketegangan sempat sedikit mereda kala Trump berkunjung ke Korea Selatan pada Juni 2019. Trump sempat berkunjung ke Demilitarized Zone untuk bertemu Kim Jong-un dan menjejakkan kakinya di Korea Utara.