kumparan
16 Jul 2019 20:35 WIB

KPK Harap Satgas Polri Ungkap Nama Penyiram Novel Baswedan

Penyidik KPK, Novel Baswedan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Satuan Tugas (Satgas) khusus bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang bertugas mengungkap penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, akan menyampaikan hasil investigasi merekapada Rabu (17/7). Satgas yang telah bekerja selama enam bulan ini sebelumnya mengaku memiliki temuan baru.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, berharap ada suatu yang positif saat hasil investigasi diumumkan. Khususnya bisa mengungkap identitas pelaku yang selama ini belum menemukan titik terang.
"Kita berharap besok itu ada informasi yang lebih komprehensif tentang itu. Kan kami akan bersyukur kalau sudah ada diidentifikasi siapa pelakunya. Laporan akhirnya belum kami terima," jelas Laode di Gedung KPK, Selasa (16/7).
Hendardi, Anggota Dewan Pakar TGPF Novel Baswedan. Foto: Johanes Hutabarat/kumparan
Senada, Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo, berharap dalam konferensi pers nanti, Satgas Novel dapat langsung menyebut identitas penyerang. Mengingat, jumlah anggota dalam tim terbilang tak sedikit, yakni sebanyak 65 orang dengan melibatkan banyak unsur.
"Kami meminta agar tidak lagi bentuknya rekomendasi. Tapi juga sudah ditemukan dan bahkan disebut pelakunya karena tim gabungan ini 'kan juga terdiri dari tim pakar dan juga tim kepolisian," ujar Yudi.
ADVERTISEMENT
Yudi menilai, jika Satgas Novel telah mengungkap identitas pelaku, langkah polisi untuk meringkus dalang penyerangan dapat dengan mudah dilakukan.
"Sehingga saya pikir jika besok sudah disebut nama pelakunya, maka segera ditangkap, diadili sehingga seluruh pelaku baik itu pelaku lapangan maupun juga pelaku intelektual terhadap penyerangan bang Novel," ujarnya.
Terkait dugaan motif politik di balik penyerangan penyidik senior KPK itu, Yudi meminta agar diperjelas. Hal ini untuk menghindari sejumlah tuduhan yang justru malah menyerang balik Novel.
"Yang artinya bahwa motif politik ini harus diperjelas siapa yang bermain dalam politik ini jangan sampai nanti ada tuduhan-tuduhan terhadap Bang Novel," kata Yudi.
Bila tak kunjung ditemukan siapa penyerangnya, Yudi pun mendesak agar Presiden Joko Widodo segera membentuk tim pencari fakta independen.
ADVERTISEMENT
"Kalau tidak ditemukan berarti tim pencari fakta gagal untuk menemukan pelakunya. Maka seperti yang sudah kami sampaikan bahwa kami ingin agar dibentuk tim gabungan pencari fakta yang independen," tegas Yudi.
Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan, Kapolri telah menerima salinan hasil temuan Satgas Novel dalam menginvestigasi peristiwa penyerangan dengan air keras itu. Laporan tersebut juga sedang dipelajari Kapolri.
“Dari TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) akan menyampaikan hasilnya ke Mabes Polri. Dan akan ada tim teknis menindaklanjuti langkah-langkah apa yang dilakukan. Saya tidak akan mendahului Kadiv Humas Polri,” kata Dedi di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (9/7).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·