Pencarian populer

Lepas dari Penjara, Eks Bali Nine Terancam Ditangkap di Australia

Anggota Bali Nine Renae Lawrance (Foto: AFP/SONNY TUMBELAKA)
Salah seorang anggota kelompok Bali Nine, Renae Lawrence, dilaporkan akan segera bebas. Namun, ketika kembali ke Australia nanti dia terancam kembali dijebloskan ke penjara.
ADVERTISEMENT
Media lokal Daily Telegraph menuliskan Lawrence saat tiba di Sydney nanti dihadapkan dengan pertanggungjawaban atas pelanggaran yang dilakukan pada Maret 2005 lalu.
Ketika itu, Lawrence dituduh mengemudikan mobil curian dengan kecepatan tinggi di Sydney. Seharusnya Lawrence langsung diseret ke meja hijau di Australia akibat tindakannya tersebut.
Anggota Bali Nine Renae Lawrance (Foto: AFP/Ardiles Rante)
Namun, pada April 2005 Lawrence malah tertanggkap di bandara Bali karena mencoba menyelundupkan heroin seberat 8 kilogram dari Pulau Dewata ke Australia.
Kabar mengenai rencana penangkapan Lawrence dibenarkan kepolisian Sydney. Mereka menyatakan, proses hukum terhadap Lawrence tetap berlanjut meski kejadian itu telah berlangsung belasan tahun lalu.
"Seorang wanita berusia 41 tahun dihadapkan pada dua surat penangkapan terkait pencurian mobil, mengemudi tanpa sim, ngebut, dan tidak patuh perintah polisi," sebut keterangan Kepolisian Sydney seperti dikutip dari AAP, Kamis (15/11).
ADVERTISEMENT
Lawrence dijadwalkan menghirup udara bebas pada 21 November mendatang, setelah menjalani hukuman selama 13 tahun penjara.
Atas kesalahannya Lawrence sebenarnya dihukum 20 tahun penjara. Namun, karena berkelakuan baik Lawrene mendapat remisi pengurangan masa tahanan.
Lawrence merupakan satu-satunya anggota Bali Nine yang tak dihukum mati atau penjara seumur hidup. Bali Nine adalah kelompok penyelundup narkotika yang ditangkap pada 2005 lalu.
Anggota Bali Nine Renae Lawrance (Foto: AFP/)
Dua orang pemimpin Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, telah dieksekusi mati 2015 lalu. Sedangkan pada Juli 2018, seorang anggota lain Tan Duc Thanh meninggal karena kanker.
Lima lainnya, Martin Stephens, Michael Czugaj, Scott Rush, Si Yi Chen, dan Matthew Norman, masih menjalani hukuman seumur hidup di dalam penjara.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80