Mahasiswa Unpad Gantung Diri di Jatinangor, Diduga karena Asmara

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bunuh diri (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bunuh diri (Foto: Shutterstock)

Seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) jurusan Sejarah berinisial MB (23), ditemukan tewas di rumahnya yang terletak di Puri Indah, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. MB ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri pada Senin (17/12) malam.

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo membenarkan insiden penemuan mayat itu. Menurutnya, MB tewas akibat bunuh diri dengan menggunakan tali di dalam ruang tamu rumahnya.

"Ya jadi ditemukan pada hari Senin, waktu kita melakukan pengecekan dengan medis tidak ada tanda-tanda kekerasan juga kemudian kondisinya masih baru. Jadi lebam mayat belum ada, kan masih baru," kata Hartoyo saat dikonfirmasi, Kamis (20/12).

Selain itu, saat dilakukan pemeriksaan dan olah TKP, polisi menyatakan bahwa kondisi di rumah korban dalam keadaan terkunci dari dalam. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kasus ini merupakan murni bunuh diri.

"Jadi semua tidak ada kerusakan, artinya tidak ada orang masuk dari luar dan keluar dari dalam. Karena semua gembok mulai dari pagar itu terkunci, terus pintunya terkunci dari dalam, pintu masuknya terkunci dari dalam. Kamarnya terselot dari dalam," ucap Hartoyo.

Namun, Hartoyo belum bisa memastikan motif dari MB nekat melakukan bunuh diri.

"Itu masih terus kita perdalam semuanya. Sementara sehari-hari sebetulnya kan yang paling dekat ini bapaknya karena ibunya sudah meninggal, sehari-hari korban sama bapaknya. Kebetulan saat itu ditinggal bapaknya ke Bogor karena adik bapaknya itu sakit. Jadi korban ditinggal sendiri di rumah," jelas Hartoyo.

Menurut Hartoyo, korban sebenarnya orang yang suka bergaul.

"Orangnya supel, dia ke tetangga-tentangganya baik. Di lingkungan kampus terkenal aktif," ujarnya.

Lebih lanjut Hartoyo mengatakan hingga saat ini penyidik masih meminta sejumlah keterangan saksi untuk mengetahui penyebab MB bunuh diri.

"Ya betul, artinya kenapa sih beredar simpang siur katanya ada motif asmara diputusin pacarnya, kemudian ada karena depresi skripsi. Nanti kita akan perdalam ke teman-temannya. Sejauh ini lima saksi sudah kita minta keterangannya mulai dari RT, RW, tetangga korban, sekuriti kemudian (petugas) medis yang ke TKP," ujar Hartoyo.

Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui sahabat atau kerabat, termasuk diri Anda sendiri, punya kecenderungan bunuh diri.

Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental lain bisa Anda dapatkan via hotline bunuh diri yang dikelola Kementerian Kesehatan RI. Silakan hubungi di 500-454. Anda juga bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri di email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293.