Pencarian populer

Momen Mbah Moen Bikin Terpesona Aktivis dan Dokter AS

Mbah Moen saat membaca kitab. Foto: Faceboook/ @DPP PPP
Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyebut, meninggalnya KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen adalah kehilangan besar bagi umat manusia. Bukan hanya untuk orang Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Wafatnya KH Maimoen Zubair bukan hanya kehilangan bagi NU saja, bukan bagi Indonesia saja, tapi kehilangan bagi seluruh umat manusia," kata Yahya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/8).
Ia menambahkan, adanya Mbah Moen bukan cuma soal kehadiran kepemimpinan lahiriah atau sekadar kepemimpinan keilmuan. "Dunia kehilangan pengayoman rohani dari Kiai Maimoen yang tak henti-hentinya ber-riyadloh mendoakan keselamatan dan kemaslahatan seluruh umat manusia," ungkapnya.
Pada awal 2018 yang lalu, Yahya mengajak beberapa orang teman dari Amerika untuk sowan ke Mbah Moen. Di antara mereka adalah seorang dokter dan aktivis kemanusiaan dari California.
"Dia (Maimoen) punya pengaruh politik internasional yang sangat luas, tapi tidak mau namanya disebarluaskan," tutur Yahya.
Yahya menceritakan hal yang dipesankan oleh Mbah Moen waktu itu adalah:
ADVERTISEMENT
“Kita semua ini, seluruh umat manusia, adalah saudara. Sama-sama keturunan Nuh ‘alaihis salaam. Maka, yang terpenting adalah bagaimana agar bangsa Indonesia ini bisa memberi teladan kepada dunia tentang kehidupan ber-Bhinneka Tunggal Ika."
"Ketika meninggalkan kediaman Kiai Maimun sesudah itu, teman saya dari California itu mengatakan. 'Sekarang keyakinan saya mutlak! Bahwa di Indonesia ini ada jawaban bagi kemelut peradaban dunia dewasa ini'," ujar Yahya.
Mbah Moen meninggal di Makkah dalam rangka menjalankan ibadah haji di usia 90 tahun. Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mbah Moen kemungkinan besar dimakamkan di Tanah Suci.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86