Muzani soal Gerindra Masuk Koalisi: Prabowo Akan Ngomong Bareng Jokowi

Partai Gerindra telah menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas) dan menghasilkan 3 sikap politik terkait pemerintahan ke depan. Rapimnas itu juga memberikan mandat kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto untuk menentukan sikap, apakah bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf atau tetap menjadi oposisi.
Menjawab pertanyaan soal masa depan Gerindra, Sekjen Ahmad Muzani memberi isyarat melalui pantun.
"Apapun yang akan diambil keputusan oleh beliau dalam hari-hari mendatang, semuanya bertekad kita berada di belakang beliau. Cuma sebagai catatan apapun yang akan kita putuskan harus demi keutuhan bangsa," kata Muzani di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (16/10).
"Pantunnya adalah, kain tapis dilipat empat, disimpan rapi dalam peti. Kita semua sudah berpendapat, pada akhirnya Pak Prabowo nantinya akan ngomong bersama Pak Jokowi," lanjut Muzani.
Namun, Muzani tak menjelaskan apa maksud dari penggalan pantun tersebut. Ia hanya menjelaskan seluruh keputusan berada di tangan Prabowo selaku ketum dan ketua dewan pembina.
"Pantunnya lagi, Bung Karno Bapak proklamator kita, bersama Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia. Urusan koalisi atau tidak kita serahkan kepada ketua dewan pembina," ujarnya.
Muzani juga enggan menyampaikan seperti apa komunikasi yang akan terjalin ke depan antara Jokowi dan Prabowo. Lalu, apakah komunikasi dilakukan sebelum atau sesudah pelantikan Jokowi pada 20 Oktober mendatang.
"Ya kan nanti Pak Jokowi mestinya nanya Pak Prabowo sudah saya timbang-timbang akhirnya begini ya Pak ya, begitu kan. Memang itu kan ngomong. Entah ketemu entah telepon. Ya kan ngomong," tutur Wakil Ketua MPR itu.
Lebih lanjut, Muzani menyebut Prabowo akan menyampaikan sikap politik partai secara resmi. Tapi, ia belum mengetahui kapan sikap akan disampaikan.
"Sebagai orang yang diberi mandat pasti beliau akan menyampaikan secara resmi. Kapan itu? Beliau yang tahu lah. Bagaimana caranya? Aku pun tak tahu," tutup dia.
