Nelayan di Kendal yang Tenggelam Ditemukan Tewas Mengambang

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim pencarian mencari nelayan yang tenggalam. (Foto: Dok. Basarnas Jateng)
zoom-in-whitePerbesar
Tim pencarian mencari nelayan yang tenggalam. (Foto: Dok. Basarnas Jateng)

Seorang nelayan bernama Ahmad Nurul Amin (18) tenggelam di perairan Bandengan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, karena terjerat saat sedang menebar jaring pada Selasa (29/1) lalu.

Setelah dua hari proses pencarian, Basarnas Jawa Tengah berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Jawa Tengah, Agung Hari Prabowo mengatakan, tubuh korban ditemukan mengambang sejauh 500 meter dari tempat kejadian perkara (TKP) ia terpental ke laut.

"Setelah bergabung dengan tim SAR gabungan yang terlebih dulu berada di lokasi dan bersama melakukan penyisiran, (korban) ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB," kata Agung saat dikonfirmasi, Kamis (31/1).

Menurut Agung, setelah dievakuasi, jenazah nelayan itu kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, untuk selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga di rumah duka.

Suasana di rumah duka.  (Foto: Dok. Basarnas Jateng)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di rumah duka. (Foto: Dok. Basarnas Jateng)

"Ya langsung dibawa ke rumah duka," ucapnya.

Kejadian ini bermula saat Ahmad berangkat melaut bersama ayahnya untuk mencari ikan. Sekitar pukul 08.45 WIB, saat Ahmad tengah menebar jaring, ternyata jaring tersebut menjerat tubuhnya. Lantaran pijakan yang tidak seimbang, korban pun tercebur ke laut.

"Dan terhantam bodi kapal, sehingga ia terpental ke laut dan tenggelam. Ayah korban sempat mencoba menolong namun nahas korban sudah hilang tenggelam," ungkap Agung pada Selasa (29/1).

embed from external kumparan