Pemprov DKI: Titik Banjir Banyak karena Pembangunan LRT, MRT, dan Tol

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puluhan kendaraan melewati genangan air akibat hujan lebat di jalan DI Panjaitan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Puluhan kendaraan melewati genangan air akibat hujan lebat di jalan DI Panjaitan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Banyaknya genangan dan banjir di Jakarta pada, Selasa (2/4) menimbulkan kemacetan di sejumlah titik. Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mencatat, banyaknya genangan di Jakarta juga karena adanya pembangunan.

"Tapi salah satu penyebab titik genangan lumayan banyak akibat pembangunan LRT, MRT, jalan tol," Kepala UP Data dan Informasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Purwanti, saat dihubungi, Kamis (4/4).

embed from external kumparan

Purwanti mengatakan, banyak saluran penghubung yang tertutup atau terputus karena pembangunan proyek pembangunan itu. Kondisi ini diperparah dengan tingginya curah hujan.

"Penyebab utamanya karena curah hujan yang tinggi, dan banyak (genangan) penyebabnya akibat pembangunan LRT/MRT seperti yang di Pancoran, Cawang, Kelapa Gading, Fatmawati. Karena kan mereka masih proses pembangunan jadi ada beberapa saluran PHB kita yang tertutup atau terputus," jelas dia.

"Sedangkan untuk yang Kampung Melayu, Cipinang Melayu, Petogogan karena memang kapasitas kalinya belum maksimal. Selain itu, penyebab genangan antrean air ke saluran karena tali-tali tersumbat sampah," tambah dia.

Seorang pedagang melewati genangan air di jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Purwanti menegaskan, selama ini Dinas SDA sudah berupaya keras mengantisipasi dan menanggulangi banjir di Jakarta. Pasukan biru sudah disiagakan 24 jam untuk menanggulangi genangan maupun banjir yang muncul di Jakarta

"Untuk yang antrean air kita siapkan satgas pasukan biru untuk membersihkan saluran-saluran air secara rutin, untuk yang kapasitas tampungan belum maksimal kita lakukan pengerukan," tutur dia.

Sejumlah program penanggulangan banjir memang sudah dilakukan sejak lama. Misalnya, naturalisasi sungai, pembangunan waduk, situ, embung, dan tanggul pengaman pantai. Tapi, Purwanti mengakui belum sepenuhnya rampung.

"Memang masih ada beberapa program yang masih tuntas seperti normalisasi Kali Ciliwung, Cipinang, Sunter yang masih terkendala dengan pembebasan lahan dan pembangunannya pun dilaksanakan oleh pemerintah pusat," papar dia.

Tapi usaha kita untuk mengurangi banjir dan genangan juga banyak seperti pembangunan waduk-waduk di hulu-hulu, seperti Waduk Kampung Rambutan, Waduk Cimanggis, Waduk Pondok Rangon yang berfungsi sebagai retensi. Selain itu SDA juga membangun sumur-sumur resapan," tambah dia.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kanan) meninjau titik banjir di Underpass Cawang, Jakarta, Kamis (4/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Hari ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung sejumlah titik jalan yang sempat banjir karena hujan deras. Misalnya, di Cawang, Pancoran, dan Jalan DI Pandjaitan.

Dari peninjauan itu, Anies menemukan fakta bahwa banyak saluran air yang tertutup struktur bangunan LRT dan Tol Becakayu.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kanan) meninjau titik banjir di Underpass Cawang, Jakarta, Kamis (4/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Anies juga menyoroti minimnya pompa permanen di lokasi pembangunan itu. Sehingga, saat banjir datang, air tidak bisa dengan cepat di pompa.

Dalam kesempatan itu, Anies juga memberi peringatan keras kepada para kontraktor LRT dan Tol Becakayu terkait hal ini.

“Setiap volume hujan tinggi tempat itu tidak tergenang lagi jadi saya bilang harus ditambah lagi. Supaya tidak boleh ada lagi genangan di tempat-tempat konstruksi di tepi jalan sevital ini,” ujar Anies di area Cawang, Jakarta Timur, Kamis (4/4).