Polisi Akui Salah: Perusuh yang Bawa Batu Berlindung di Ambulans

26 September 2019 13:44 WIB
comment
132
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
ADVERTISEMENT
Polda Metro Jaya akhirnya mengklarifikasi soal ambulans DKI yang diamankan diduga menyuplai batu dan bensin ke pendemo. Jadi ambulans itu tidak membawa batu. Hal ini ditegaskan sebagai sebuah kesalahpahaman.
ADVERTISEMENT
"Jadi, apa namanya, anggapan anggota Brimob diduga mobil itu digunakan oleh perusuh, tapi bukan. Tapi perusuh yang bawa batu ke mobil berlindung. Clear ya. Jadi enggak ada permasalahan apa-apa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Kamis (26/9).
Screenshot postingan TMC Polda Metro Jaya terkait dugaan mobil ambulans Pemprov DKI yang bawa batu Foto: Screenshot Twitter/@TMCPoldaMetro
Argo menjelaskan, saat kejadian, anggota Brimob memang dilempari oleh massa dengan batu. Polisi pun membalas dengan menembakkan gas air mata.
Polisi menyebut perusuh yang membawa batu dan kembang api yang sudah tersudut lalu mencari perlindungan. Salah satu tempatnya yakni di ambulans yang ada di lokasi.
Relawan PMI masih bertahan di Subdit Jatanras PMJ. Foto: Mirsan Simamora/kumparan
"Perusuh itupun membawa alat ini, batu. Ini, dia mencari perlindungan masuk ke mobil PMI. Membawa batu dan kembang api, jadi masuk ke sana, masuk ke mobil," jelas dia.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, akun @TMCPoldaMetro mengunggah adanya ambulans yang ditulisnya menyuplai batu dan bensin kepada perusuh. Narator di video itu bicara soal ambulans itu penyuplai batu, tapi di video tak terlihat adanya batu.
Lima ambulans ini lalu dibawa ke Polda Metro Jaya. Namun, unggahan berisi video itu kemudian dihapus.
Unggahan yang masih bisa dilihat di Instagram TMC ini kemudian memunculkan tagar #ManaBatunya di Twitter dan menjadi trending topic.