Polisi Tangkap Dokter di Bandung yang Sebarkan Hoaks Aksi 22 Mei

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rilis tersangka penyebaran berita Hoaks di facebook. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rilis tersangka penyebaran berita Hoaks di facebook. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Ditreskrimsus Polda Jabar menangkap Dodi Suardi, seorang dokter dan pengajar di salah satu universitas di Bandung. Dodi ditangkap di kediamannya di Kota Bandung pada Senin (27/5).

Dirreskrimsus Polda Jabar Kombes Samudi mengatakan Dodi ditangkap karena menyebarkan konten berita bohong atau hoaks di akun Facebook. Dodi mengunggah berita remaja tewas tertembak polisi pada aksi 22 Mei di Jakarta yang ternyata hoaks.

"Yang bersangkutan kita lakukan penangkapan karena di akun Facebook-nya ini membuat berita berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran yang berkaitan dengan kejadian di Jakarta 22 Mei," kata Samudi di kantornya, Selasa (28/5).

Bukti berita Hoaks yang di sebarkan tersangka melalui facebook. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Samudi menyayangkan perbuatan yang dilakukan oleh Dodi. Menurut dia, Dodi yang berasal dari kalangan terpelajar harusnya membantu polisi dan pemerintah memberantas hoaks, bukan malah turut menyebarkan.

"Kita juga sangat menyayangkan beliau ini seorang dokter dan pengajar seharusnya membantu pemerintah dan aparat keamanan dalam hal memberikan menyejukkan, pemahaman, edukasi kepada masyarakat pengguna medsos," ujar Samudi.

Dengan ditangkapnya Dodi, Samudi mengatakan, ada banyak orang yang menyebarkan konten hoaks terkait pemilu dan aksi 22 Mei yang diringkus oleh Polda Jabar. Penangkapan itu diharapkan menjadi peringatan masyarakat.

"Harapannya, dengan banyaknya yang sudah ditangkap ini memberi peringatan kepada masyarakat umum untuk berhati-hati dalam menggunakan gadgetnya dan menggunakannya dengan baik dan bijak," jelas dia.

Sementara itu, Dodi tak menyangka postingannya di Facebook berujung penjara. Dia juga mengaku berita tersebut tidak dibuat sendiri, tapi diperoleh dari akun media sosial lainnya sebagai bahan diskusi.

"Saya copas karena ada rujukan, jadi bukan mengepost sendiri, karena ada rujukan dari media sosial yang lain, untuk dijadikan bahan diskusi," kata dia.

Lebih lanjut, Dodi mengaku telah membuat pernyataan maaf secara resmi untuk masyarakat. Dia pun mengajak masyarakat untuk kembali damai dan tenang.

"Ayo kita kembali damai tenang," ujar dia.

embed from external kumparan