Ratusan Warga Tolak Kedatangan MbS ke Tunisia

Rencana kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) ke Tunisia diprotes ratusan warga setempat. Unjuk rasa digelar terkait dugaan keterlibatan MbS atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Menurut keterangan Kantor Kepresidenan Tunisia, MbS dan rombongan berada di ibu kota Tunis selama beberapa jam pada Selasa (27/11). Lawatan ke negara Afrika Utara itu adalah bagian dari tur regionalnya ke sejumlah negara.

Kunjungan tersebut dilakukan MbS di tengah banjir kritik terkait terbunuhnya Khashoggi. Kolumnis pengkritik MbS itu tewas dan dimutilasi di Konsulat Saudi di Istanbul pada awal Oktober lalu.
Karena hal tersebut, Persatuan Jurnalis Nasional Tunisia menggelar demo untuk 'menyambut' MbS di Tunis. Spanduk besar bertuliskan, 'Tidak untuk penodaan Tunisia, negara revolusi,' dipampang di Ibu kota Tunis yang akan dilawat MbS.

Lebih dari 100 orang berkumpul di pusat kota Tunis demi menolak kedatangan sang pewaris takhta Kerajaan Saudi. Pendemo merupakan gabungan jurnalis, LSM, dan beberapa lapisan masyarakat.
Mereka terlihat pula membawa spanduk bertulis, 'Bin Salman, penjahat perang,' dan 'sang algojo'.
Di samping demo, Persatuan Jurnalis turut pula mengirimkan surat terbuka ke Kantor Kepresidenan untuk menolak kedatangan MbS di Tunisia.

"Kunjungan Putra Mahkota berbahaya bagi keamanan perdamaian kawasan ini serta dunia, dan ini adalah ancaman nyata kebebasan berekspresi," sebut mereka dalam surat terbuka.
"Kedatangannya akan menjadi pelanggaran terhadap prinsip-prinsip revolusi," sambung mereka.
Selain Tunisia MbS dijadwalkan berkunjung ke UEA, Bahrain, dan Mesir. Lawatan tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan MbS sejak kasus Khashoggi mencuat.
