Salam Perpisahan SBY kepada Sang Ibunda

31 Agustus 2019 15:44 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) menuangkan air sebagai penghormatan terkahir kepada almarhumah Siti Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) menuangkan air sebagai penghormatan terkahir kepada almarhumah Siti Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Jenazah ibunda Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Siti Habibah, telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sesaat setelah jenazah dimasukkan ke liang lahat, SBY dan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan penghormatan terakhir untuk almarhumah.
ADVERTISEMENT
Sambil terisak, SBY mengucapkan salam perpisahan kepada almarhumah sang ibunda untuk terakhir kalinya. Sesekali ia menyeka air matanya.
"Ibunda tersayang, selamat jalan. Menghadaplah Sang Khalik dengan tenang dan damai. Semoga ibunda dipertemukan dengan istri tercinta, almarhumah Ani Yudhoyono, dan semoga kelak juga dipertemukan dengan kami-kami semua dengan izin Allah di taman surga Allah SWT," ungkap SBY di lokasi, Sabtu (31/8).
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan pada pemakaman almarhumah Siti Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
SBY sebagai anak satu-satunya mengenang sang ibunda sebagai sosok wanita yang kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan. Almarhumah juga dikenang sebagai eyang yang selalu memberi inspirasi kepada keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
"Kami mengenang almarhumah adalah sosok wanita yang sangat religius, bersahaja, keras dalam prinsip. Kuat dalam menjalani cobaan dan tantangan kehidupan, dan kuat juga dalam tirakat dan ikhtiar," tutur SBY.
ADVERTISEMENT
"Saya dan keluarga merasakan bahwa sosok, karakter, dan perjuangan ibunda inilah yang memberikan semangat dan inspirasi kepada saya dan cucu-cucu almarhumah dalam mengarungi kehidupan selama ini. Itulah kenangan dan testimoni kami yang indah terhadap almarhumah," lanjutnya.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) hadiri pemakaman almarhumah Siti Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
SBY mengakui tahun ini begitu berat baginya dan keluarganya. Sebab dalam waktu singkat, ia kehilangan dua sosok wanita hebat dalam hidupnya, yakni Bu Ani dan Eyang Habibah.
"Tahun 2019 ini adalah tahun yang berat bagi saya dan keluarga. Tahun yang penuh ujian dan cobaan. Belum genap 100 hari istri tercinta, ibu Ani Yudhoyono berpulang menghadap Allah. Kemudian tadi malam ibunda tercinta Siti Habibah menghadap sang khalik," ucap SBY.
"Saya mohon keikhlasan hadirin untuk bukakan pintu maaf kepada almarhumah jika ada kekhilafan dan kesalahan yang diperbuat oleh almarhumah," tutupnya.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) berikan penghormatan terakhir kepada almarhumah Siti Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Siti Habibah atau Eyang Habibah wafat dalam usia 87 tahun di RS Mitra Keluarga Cibubur pada Jumat (30/8) pukul 19.21 WIB. Eyang Habibah meninggal karena faktor usia dan penyakit komplikasi yang dideritanya.
ADVERTISEMENT
Namun, sepanjang proses pemakaman Eyang Habibah, tak tampak putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas. Menurut Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, Ibas tengah melaksanakan tugas kenegaraan di luar negeri.
Rencananya, Ibas akan tiba di Indonesia sore ini dan langsung menuju ke makam Eyang Habibah.