SBY Ingatkan Romy: Hati-hati Keluarkan Statement Tanpa Dasar

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertemuan SBY dengan Zulkifli Hasan. (Foto: Dok. Abror Rizki/Partai Demokrat)
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan SBY dengan Zulkifli Hasan. (Foto: Dok. Abror Rizki/Partai Demokrat)

Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya buka-bukaan mengenai sikapnya yang belakangan lebih condong ke koalisi Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan, pendekatan dengan Jokowi menemui jalan buntu sehingga tidak bisa tercapai kesepakatan koalisi di Pilpres 2019.

"Saya harus katakan, nampaknya ada hambatan dari Demokrat untuk ada dalam koalisi," ujar SBY di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7).

SBY juga sempat menyinggung pernyataan pimpinan-pimpinan parpol koalisi pendukung Jokowi yang seolah-olah merendahkan Demokrat. Karena itu, pihaknya bersama Gerindra, PAN, dan PKS akan merumuskan jalan lain di Pilpres 2019.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Foto: Ardhana Pragota/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Foto: Ardhana Pragota/kumparan)

Tak hanya itu, SBY juga menepis tudingan Ketum PPP M. Romahurmuziy yang menyatakan apabila Demokrat tidak jadi berkoalisi dengan Jokowi, hal itu dikarenakan aspirasinya terkait cawapres tidak diwadahi oleh koalisi Jokowi.

"Kalau saya mendengar dari Bung Romy pimpinan PPP, seolah-olah SBY tidak jadi berkoalisi dengan Pak Jokowi lantaran yang ditawarkan jadi cawapres tidak diwadahi, salah. Saya harap Bung Romy hati-hati dalam mengeluarkan statement, tidak baik mengeluarkan statement tanpa dasar yang kuat," pungkasnya.

Sehari sebelumnya, ketika pertemuan dengan Prabowo, SBY juga sempat mengungkapkan adanya rintangan dan hambatan sehingga tidak bisa membuat partainya berkoalisi dengan Jokowi di Pilpres 2019.