SBY Setelah Ditinggal Bu Ani dan Ibundanya: Tahun Ini Sangat Berat

31 Agustus 2019 11:53 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wapres Jusuf Kalla beserta istrinya Mufidah Kalla, bersama Susilo Bambang Yudhoyono di pendopo tempat persemayaman Ibundanya di Puri Cikeas, Bogor Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wapres Jusuf Kalla beserta istrinya Mufidah Kalla, bersama Susilo Bambang Yudhoyono di pendopo tempat persemayaman Ibundanya di Puri Cikeas, Bogor Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
ADVERTISEMENT
Tahun 2019 begitu berat bagi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam kurun 3 bulan, SBY kehilangan dua wanita terpenting dalam hidupnya.
ADVERTISEMENT
Istrinya, Ani Yudhoyono, wafat pada 1 Juni 2019 karena penyakit kanker darah yang diidapnya sejak Februari 2019. Selang hampir tiga bulan setelahnya, tepatnya Jumat (30/8), ibunda SBY, Siti Habibah atau Eyang Habibah, meninggal dunia karena penyakit komplikasi.
SBY mengungkapkan tahun ini tahun yang berat bagi dia dan keluarganya karena kehilangan Bu Ani dan Eyang Habibah. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelayat yang sudah hadir di kediamannya dan mendoakan almarhumah ibunya.
"Tahun ini adalah tahun yang sangat berat bagi kami. Saya dan keluarga tadi mendengarkan ucapan bapak ibu satu demi satu, (berpesan) untuk saya kuat, sabar, tabah, dan stay strong. Saya ucapkan terima kasih atas motivasi dan kata-kata baik yang menguatkan hati saya," ungkap SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/8).
Susilo Bambang Yudhoyono bersama ibundanya, Siti Habibah. Foto: Twitter/@SBYudhoyono
Walau merasa banyak diberi ujian dan cobaan dalam waktu berdekatan, namun SBY tetap bersyukur. Ia yakin Allah SWT masih memberikan anugerah-Nya agar bisa menerima kepergian Bu Ani dan Eyang Habibah dengan tabah.
ADVERTISEMENT
"Di pendopo ini kalau bapak-ibu melihat ke sebelah kanan, belum lama, belum genap 3 bulan. Waktu itu 1 Juni, jenazah istri tercinta tiba di rumah ini dari Singapura. Dan tanggal 2 Juni dari tempat ini juga diberangkatkan ke tempat peristirahatan yang terakhir. Kemudian hari ini kami menghadapi ujian dan cobaan yang sama," kata SBY.
"Saya harus menerima dengan tawakal, tabah, dan percaya bahwa takdir Allah, rencana Allah ini keputusan yang jauh lebih baik, jauh lebih indah daripada yang kami barangkali harapkan dan inginkan," lanjutnya.
Jenazah Ibunda SBY, Siti Habibah disemayamkan di Pendopo Rumah Duka Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
Bapak dua anak ini kemudian meminta para pelayat untuk memaafkan ibundanya jika ada kesalahan selama hidupnya. SBY juga berjanji untuk menerima takdir Allah dengan ikhlas.
ADVERTISEMENT
"Sebagai manusia biasa, terus terang saya tentu merasa kehilangan dua orang yang sangat saya sayangi ini. Saya kira itu manusiawi, tapi keimanan saya, akal sehat saya, saya bisa menerima seluruh semua takdir Allah ini," tutupnya.
Siti Habibah meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Cibubur pada Jumat (30/9) pukul 19.21 WIB. Ia meninggal dalam usia 92 tahun akibat penyakit komplikasi yang dideritanya.
Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.00 WIB.