Susi Minta Ridwan Kamil Buat Aturan Batasi Penggunaan Kantong Plastik

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Acara Our Ocean Conference (OCC), Kampus Unpad Bandung. Foto: Okky Ardiansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Acara Our Ocean Conference (OCC), Kampus Unpad Bandung. Foto: Okky Ardiansyah/kumparan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat peraturan larangan penggunaan kantong plastik. Menurut Susi, aturan itu diyakini bisa menekan sampah plastik di Jawa Barat.

Terlebih menurut Susi, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk yang banyak.

"Jadi saya harap nanti Jawa Barat akan mengikuti Bali, Banjarmasin, dan kota-kota yang telah memutuskan say no untuk one use plactic bag," ujar Susi, dalam acara kampanye Our Ocean Conference (OCC) di Kampus Universitas Padjajaran, Dipati Ukur, Bandung, Selasa (26/2).

Susi juga menyinggung gebrakan Gubernur Bali yang telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekali Pakai.

Menurut Susi, apa yang dilakukan Gubernur Bali I Wayan Koster sudah cukup baik. Dia juga menyentil Ridwan Kamil yang seharusnya bisa untuk membuat regulasi itu.

"Dengan Pak Gubernur (Ridwan Kamil) tadi saya sudah ngobrol, masa Jawa Barat kalah sama Bali. Bali pulau kecil, sementara Bandung dan Jawa Barat ini besar sekali," ujar dia.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat ditemui oleh media. Foto: Okky Ardiansyah/kumparan

Lebih lanjut Susi juga mengajak generasi milenial untuk memangkas penggunaan sampah plastik sekali pakai, seperti sedotan dan kantong plastik. Jika itu tak dilakukan, kata Susi, laut terancam dipenuhi sampah plastik.

"Anak muda ini harus melakukan sesuatu dan mendorong pemerintah daerah agar bisa menerbitkan aturan itu (larangan pemakaian plastik)," kata Susi.

Susi mengatakan Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara terbesar penyumbang sampah ke laut. Predikat itu, kata dia, jelas bukan suatu hal yang membanggakan.

Oleh karena itu, Susi menaruh harapan kepada milenial untuk turun tangan mentransformasi status itu. Susi mengatakan lewat regulasi dan pemangkasan volume sampah plastik di darat, laut akan terjaga.

Susi menekankan bahwa kunci keberhasilan pengurangan sampah plastik berada di tangan generasi milenial. "Do and Care," demikian ajak Susi.

"Sebab negara kita akan maju kalau banyak yang melakukan ini (do and care). Kunci untuk maju adalah berkarya di tengah negara yang merdeka," kata Susi.

Dalam acara tersebut, Susi bersama Ridwan Kamil dan Rektor Unpad meluncurkan prodi Magister Konservasi Laut. Selain itu, Susi diutus sebagai moderator talkshow. Hadir pula Hamish Daud dari Indonesia Ocean Pride dan Laut Pandu dan Melati Wijsen dari Bye Bye Plastic Bag.