kumparan
26 Jan 2019 19:45 WIB

Sutopo Soroti Data BMKG yang Tak Akurat Soal Gempa di Kepulauan Aru

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyoroti pemuktahiran gempa yang dilakukan BMKG. Pemuktahiran yang dimaksud adalah informasi mengenai gempa di Kepulauan Aru, Maluku, yang sebelumnya ditulis 6,6 M, kemudian direvisi menjadi 5,7 M.
ADVERTISEMENT
"Terlalu besar revisinya dan ini sering terjadi. Perbedaan kekuatan gempa sebesar 0.7 SR itu besar," kata Sutopo dalam keterangan terulis yang diterima kumparan, Sabtu (26/1).
Menurut Sutopo, data yang tidak akurat hanya akan membingungkan masyarakat. Oleh sebab itu, dia meminta agar BMKG segera membenahi hal tersebut. Terlebih, ini bukan kali pertama BMKG merevisi data gempa.
"Gempa awal yang disampaikan dengan kekuatan besar sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak dan kerusakan. Saat dicek dampaknya kerusakan tidak banyak," lanjut dia.
Keterbatasan jaringan seismograf, kata dia, menyebabkan informasi awal yang diterima menjadi besar. Meski pada akhirnya, seiring masuknya data dari seismograf data menjadi lebih valid.
"Ini menjadi pembelajaran kita semua. Tentu BMKG memerlukan seismograf yang lebih rapat sehingga saat terjadi bencana dapat menginformasikan kejadian gempa dengan tepat dan tanpa revisi," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan