Tim Prabowo Minta Relawannya Minta Maaf soal Lagu Jogja Istimewa

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Marzuki Mohamad alias Kill the DJ. (Foto: Instagram/@killthedj)
zoom-in-whitePerbesar
Marzuki Mohamad alias Kill the DJ. (Foto: Instagram/@killthedj)

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, meminta para relawannya di Yogyakarta segera meminta maaf kepada rapper Marzuki Mohamad atau Kill the DJ. Pasalnya, mereka telah menggunakan dan memodifikasi lagu Jogja Istimewa milik Kill the DJ tanpa izin.

"Kalau memang keberatan, relawan Jogja harus meminta maaf lalu diganti dengan lagu baru," kata Andre saat dihubungi, Selasa (15/1).

Andre juga mengimbau para relawannya untuk menghargai hak cipta yang ada. Ia juga tidak mempersalahkan pernyataan keberatan yang dicetuskan oleh Kill the DJ karena lagunya digunakan sebagai lagu kampanye.

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade (Foto: Instragam @andre_roside)
zoom-in-whitePerbesar
Wasekjen Gerindra Andre Rosiade (Foto: Instragam @andre_roside)

"Tentu kita harus menghargai karya cipta orang. Tidak masalah, yang punya lagu punya hak. Kita tinggal bicara, minta maaf, cari lagu yang lain," tegasnya.

Andre mengaku, sebenarnya pihak BPN pusat tidak mengetahui penggunaan lagu tersebut oleh relawan di Yogyakarta. Sebab, hal tersebut berada di bawah koordinasi relawan daerah dan tidak dikoordinasikan secara langsung dengan BPN pusat.

"Terus terang kami di BPN, kami tidak tahu ini teman-teman relawan yang melaksanakan diberbagai daerah, kan nggak semua dikoordinasikan ke kita," tutupnya.

Beredar video relawan Prabowo-Sandi yang sebelumnya terlihat menyanyikan lagu Jogja Istimewa yang sudah diubah liriknya menjadi lagu dukungan kepada Prabowo-Sandi. Mengetahui lirik lagunya diubah tanpa seizinnya, Kill the DJ langsung menyatakan keberatan dan mengancam akan melaporkan pihak yang mengubah lirik, membuat video, dan menyebarkannya.

embed from external kumparan