4 Efek Negatif Penggunaan Ban Motor dengan Ukuran yang Lebih Besar

14 Maret 2019 11:08 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi ban motor sport. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ban motor sport. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
ADVERTISEMENT
Mengganti ban menjadi lebih besar dari ukuran standar, sudah jadi kebiasaan biker yang mau tunggangannya tampak lebih gambot dan kekar. Umumnya ini dilakukan pengendara motor-motor sport, meski juga banyak jenis lainnya.
ADVERTISEMENT
Buat modifikasi semacam itu, Kang Toni, penggawa bengkel spesialis moge sport T2M yang berbasis di jalan Bambu Asri Nomor B4 Pondok Bambu, Jakarta Timur, coba mengingatkan konsekuensi negatif yang bisa ditimbulkan.
“Kalau ban dibesarkan tak begitu jauh dari standar misalnya hanya naik 10 mm saja, itu masih bisa ditolerir. Terjadi masalah bila terlalu jauh,” ucap Kang Toni kepada kumparan beberapa waktu lalu.
Ilustrasi celah antara velg dan ban motor Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Berikut efek yang ditimbulkannya.

1. Tarikan Tak Responsif

Efek yang ditimbulkan pastinya motor menjadi boyo. Tarikan terasa tak responsif lagi.
“Kondisi ini terjadi lantaran bobot motor yang bertambah. Jadi performa motor menjadi berkurang,” ucap Toni.

2. Handling

Modifikasi seperti ini bisa mengorbankan kenyamanan, salah satunya handling juga kurang begitu asik. Motor tak lincah buat manuver, bila dipaksakan malah bisa membahayakan.
Ilustrasi rantai dan gir sepeda motor Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

3. Rantai dan Gear Berumur Pendek

Kemudian negatifnya lagi, rantai dan gear bisa berumur pendek atau cepat aus. Ini karena dua komponen itu punya pekerjaan yang lebih berat.
ADVERTISEMENT
“Jadi mungkin bila upsize perlu ada lagi penyesuaian pada gir dan rantainya. Memang jadi tambah biaya,” katanya.

4. Boros Bahan Bakar

Toni menyampaikan konsekuensi negatif selanjutnya, yaitu konsumsi bahan bakar motor yang menjadi semakin boros.
“Ini sudah otomatis, dengan penambahan bobot, efeknya motor makin banyak nenggak bahan bakar,” ucap Kang Toni.