Bedah Mesin Turbo Glory 560

kumparanOTOverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Layout mesin DFSK Glory 560 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Layout mesin DFSK Glory 560 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Upaya DFSK untuk menjadi ‘SUV Expert’ memang tak main-main. Setelah merilis 580, pabrikan China itu kembali merilis Glory 560 yang menggunakan mesin 1,5 liter turbo.

Konfigurasi mesin ini yang membuat Glory 560 cukup unik dibandingkan kompetitor. Di samping itu, fitur dan harganya pun sangat kompetitif.

IIMS 2019, DFSK Glory 560 Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

Product Technology of Training Team PT Sokonindo Automobile, Soegihartono, menjelaskan bahwa pemilihan mesin 1,5 liter turbo untuk Glory 560 sudah didasarkan dari riset yang dilakukan pabrikan.

Taqwa Suryo Swasono dari GardenSpeed Motorsort menambahkan, penggunaan mesin turbo sudah jamak dilakukan sejumlah pabrikan. Konfigurasi ini dipilih untuk mengejar efisiensi dan power yang lebih baik.

Turbocharger terbukti menghasilkan tenaga maksimal dan menurunkan emisi. Dengan kata lain, semakin emisi rendah, maka konsumsi bahan bakar pun rendah. Di titik tertentu, turbo ini sangat efisien dan hal ini lah yang menyebabkan secara dunia, hampir semua pabrikan berlomba-lomba mengembangkan turbo dan juga cylinder head yang canggih," jelas Taqwa.

IIMS 2019, Eksterior DFSK Glory 560 Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

Dijelaskan, Glory 560 sendiri menggunakan turbo tunggal dengan wastegate actuator dan dipasangkan pada mesin empat-silinder berkapasitas 1.5 liter.

Di atas kertas, mesin Glory 560 ini menjanjikan 148 dk dan torsi 230 Nm. Tenaga dari mesin pun disalurkan melalui dua pilihan transmisi: manual 6-percepatan dan otomatik CVT.

IIMS 2019, Interior DFSK Glory 560 Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

Taqwa menjelaskan mesin yang dipakai pada Glory 560 merupakan penyempurnaan dari mesin yang dipakai oleh Glory 580. Pun dengan sistem transmisinya.

"Dengan bobotnya yang lebih ringan 100 kg dari 580, mobil ini mampu melakukan stop & go dengan jauh lebih ringan dan juga untuk gasnya menjadi lebih effortless," ujar Taqwa.