kumparan
3 Jul 2019 19:58 WIB

Ini Alasan Kawasaki Indonesia Tak Menjual Ninja 150

Kawasaki Ninja 250SL Foto: dok. Wikimedia
Rumor model Ninja 125 bermesin injeksi --150 untuk di Indonesia-- akan dijual di pasar domestik ditampik oleh PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Walaupun memang peluangnya terbuka.
ADVERTISEMENT
Diproduksi di pabrik Kawasaki di Cibitung, model Ninja 150 hanya untuk pasar ekspor saja seperti Eropa, dengan setelan kubikasi mesin menjadi 125 cc. Sebab di sana, pemegang SIM A sudah otomatis boleh menunggangi motor 125 cc, sehingga tren sepeda motor ukuran kecil tersebut meningkat.
Head Sales & Promotion PT KMI, Michael Chandra Tanadhi, menilai tak perlu menjual Ninja 150 lantaran sudah memiliki Ninja 250SL.
“Buat apa ada Ninja 150 cc kalau harga Ninja 250 saja --tipe SL-- sudah seharga motor sport 150 cc. Itu orang dagang,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Mengutip dari situs resmi Kawasaki Indonesia, Ninja 250SL memang dipasarkan dengan banderol 38,9 juta. Menggendong mesin 249 cc satu silinder, motor sport itu mampu menghasilkan tenaga sampai 28 PS atau 27,44 dk pada 9.700 rpm dan torsi 22,6 Nm pada 8.200 rpm.
ADVERTISEMENT
Terlepas dari harga, Michael mengungkapkan sejak awal mereka memang langsung pengembangan produknya --pasca Ninja 150RR disuntik mati-- ke model Ninja 250.
Bahkan sejauh ini, Kawasaki Indonesia belum juga berencana memasarkan Ninja 150 berbasis platform 125 cc. Apalagi, pasar sport sedang mengalami penurunan.
“Pasarnya juga turun, tapi kami memang berminat di situ, makanya dengan adanya ninja 250SL itu untuk mengisi di kelas 150 itu,” ucapnya.
Ninja 125 dan Z125 pertama diperkenalkan pada pameran Intermot 2018 di Cologne, Jerman. Mulai saat itu, produk hasil produksi pabrik Cibitung dikapalkan sebanyak 700 unit per bulannya. Terkait dengan komposisinya, versi sport fairing yang lebih diminati.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan