kumparan
20 Agu 2019 11:11 WIB

Momok 'Klaim Prematur' pada Asuransi Mobil di Medan

Asuransi Astra. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
Asuransi Astra ternyata punya cerita sendiri terkait konsumennya yang berada di wilayah Medan, Sumatera Utara. Salah satu yang menjadi perhatian adalah soal fenomena 'klaim prematur'.
ADVERTISEMENT
Buat yang belum familiar dengan istilah ini, maksudnya adalah klaim yang tak seperti kebiasaan pada umumnya dan yang seharusnya dilakukan. Entah itu terkait dengan waktu klaim --atau jenis kasusnya.
"Jadi misalnya ketika ada pemilik kendaraan baru masuk asuransinya hari ini --biasanya per pembelian kendaraan-- kemudian baru jeda satu hari atau satu minggu, mereka sudah klaim asuransi," ucap Branch Manager cabang Medan Asuransi Astra Muliawansyah di sela-sela kegiatan CSR Revitalisasi PAUD Terpadu Perwari Trisula, Senin (19/8).
com-Ilustrasi Perlindungan Mobil dengan Asuransi Foto: Shutterstock
Namun, tambah Muliawansyah, bila setelah dianalisis klaim tersebut benar, pihaknya dengan senang hati untuk menerimanya. Hanya saja, yang kebanyakan terjadi adalah kasus yang dibuat-buat, sehingga bisa merugikan.
"Kadang malah ada yang dicari-cari kerusakannya atau kehilangannya trus diklaim asuransinya, dan itu yang kami lihat di Medan sini. Dalam satu bulan setidaknya ada 20-30 klaim prematur yang masuk di Medan, dan ketimbang daerah lain itu tinggi," tuturnya.
ADVERTISEMENT

Klaim 4 ban hilang

Dari beberapa klaim prematur yang masuk, beberapa kasusnya bisa dikatakan unik. Mulai dari kehilangan ban serep, sampai seluruh bannya hilang.
Asuransi Astra revitalisasi PAUD Terpadu Perwari Trisula di Medan. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
"Biasanya yang paling banyak itu, kan aneh kan. Malah ada juga yang klaim tabrakan tapi yang nabrak mobil temannya --skenario. Dan di sini juga banyak yang cari-cari kesempatan, jadi pura-pura nabrak," tutur pria yang karib disapa Mul.
Merespons kondisi tersebut, Muliawansyah bersama tim kemudian mulai lebih ketat untuk melakukan investigasi. Apakah benar kejadiannya seperti itu, sampai ke pemeriksaan apakah ada saksi dan lainnya.
Baru kemudian, hasil akhirnya akan dinilai apakah klaim tersebut proper atau tidak, dan kemudian memutuskan apakah ditolak atau diterima.
"Kami bukan mempersulit, tapi mengarahkan konsumen untuk melakukan klaim asuransi sesuai aturan dan ketentuan saja," kata Muliawansyah.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan