Studi: Mobil Tesla Juga Hasilkan Emisi Seperti Mobil Konvensional

Inovasi mobil listrik memberikan janji manis untuk mengurangi polusi udara emisi gas buang kendaraan. Seperti Tesla yang membawa kampanye ini sehingga produk-produknya banyak dibeli masyarakat di belahan bumi di barat sana, di Amerika Serikat lebih tepatnya.
Namun gelar mobil listrik Tesla sebagai kendaraan yang ramah lingkungan tidak sepenuhnya tepat.
Mengutip Autoevolution, rupanya mobil Tesla dikatakan memberikan dampak yang tidak kalah buruk bagi lingkungan. Bukan karena kontribusi pencemarannya secara langsung, melainkan fakta bahwa fasilitas produksi Tesla juga memproduksi kabrondioksida dalam jumlah besar.
Bahkan sebenarnya kadar gas karbondioksida yang dilepaskan ke alam selama proses manufaktur berlangsung, sama jumlahnya dengan emisi yang dihasilkan mobil bermesin bensin maupun Diesel saat beroperasi di jalanan.
Selain proses produksi, pengisian daya mobil Tesla membutuhkan energi listrik. Nah, di Inggris, pembangkit listrik masih menggunakan bahan baku berupa batubara dan gas, sehingga penambahan produksi listrik untuk konsumsi kendaraan akan meningkatkan polusi dari pembangkit listrik dengan tenaga batubara tersebut.
(Hal yang sama juga disebut terjadi di China. Storynya bisa kamu baca di 'Studi: Mobil Listrik Malah Hasilkan Polusi Lebih Besar di China')

Fakta ini dipaparkan oleh Engaged Tracking, salah satu konsultan analis energi di London yang melakukan riset terkait kendaraan listrik.
"Tesla tidak lebih bersih dari mobil biasa di Inggris. Emisi tahunan mobil-mobil di Inggris mencapai 1,5 ton karbondioksida berdasarkan rata-rata pemakaian mobil hingga 12.500 km per tahun. Fakta menunjukkan Tesla Model S yang kami analisis memiliki emisi gas buang yang sama," jelas Jonathan Harris dari Engaged Tracking.
Menurut Harris, sebenarnya masalah yang sama berlaku untuk semua kendaraan listrik. Satu-satunya perbedaan yang muncul antara Tesla dengan mobil listrik yang lebih kecil --seperti BMW i3, yakni soal emisi yang lebih rendah saat proses produksinya.

Sadar bila hasil riset tersebut akan berdampak buruk pada sektor bisnis dan menyita banyak perhatian negatif, Tesla langsung menanggapi hal ini dengan serius. Tesla tidak menampik bila produksi mobil yang mereka lakukan menghasilkan emisi yang berbahaya bagi lingkungan. Namun di sisi lain Tesla menyebut kalau mobil-mobil yang mereka produksi tetap 'lebih ramah lingkungan' jika dibanding mobil konvensional.
"Bila Model S disandingkan dengan sebuah sedan besar (saloon), sebuah saloon menghasilkan 300 persen lebih banyak emisi. Emisi dari ekstrasi minyak, penyulingan dan distribusinya menambah 25 persen emisi karbondioksida dari mobil bensin," tulis Tesla menjawab riset Engaged Tracking.
Meski begitu nampaknya Tesla masih harus mengubah lagi sistem produksinya jika memang ingin benar-benar mengaku ramah lingkungan.
