kumparan
17 Okt 2018 11:10 WIB

Suzuki Kewalahan Penuhi Permintaan Jimny Baru

Mobil Jimny keluaran terbaru, di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (3/8) (Foto: Alfons Hartanto/kumparan)
Harus daikui Suzuki Jimny menjalani debut yang luar biasa sukses. Tidak mendapat perlakuan khusus saat diperkenalkan secara resmi 5 Juli 2018 lalu, antusiasme publik di seluruh dunia cukup hebat kala itu.
ADVERTISEMENT
Di Indonesia, masyarakat pun berbondong-bondong menengok sport utility vehicle (SUV) kecil legendaris ini ketika unitnya dibawa oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 lalu. Meski begitu mendapat perhatian yang sebegitu hebatnya belum ada kepastian kapan Suzuki Jimny generasi keempat ini akan dihadrikan di Tanah Air.
Jangankan untuk masuk Indonesia, untuk pasar Inggris yang sudah mulai menerima impor produk dari Jepang saja distribusinya masih tersendat. Autocar melansir, daftar tunggu unit kendaraan ini di Inggris sudah mencapai 4.500 orang. Menurut petinggi Suzuki Britania Raya, Dale Wyatt, ini adalah sebuah rekor baru.
Jika dibandingkan sebelumnya, angka ini lebih besar 150 persen dibanding angka tertinggi yang pernah dicatatkan Suzuki Jimny generasi ketiga.
ADVERTISEMENT
Masalah muncul karena pabrik Suzuki di Jepang sendiri kewalahan untuk memenuhi permintaan di pasar domestik. Angka permintaan di pasar lokal Jepang disebut-sebut di atas ekspektasi mereka sehingga mereka harus membatasi produksi unit untuk keperluan impor.
Sejumlah pengunjung melihat mobil Suzuki Jimny generasi keempat yang resmi diperkenalkan di GIIAS 2018, ICE, BSD, Tangerang, Sabtu (4/8). (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Masih menurut sumber yang sama Suzuki pusat sendiri baru bisa menjanjikan 1.110 unit Suzuki Jimny yang dikirim ke Inggris dari total permintaan yang lebih dari empat kali lipatnya itu. Kabar buruknya jika tidak melakukan penyeusuian kapasitas produksi, untuk tahun 2019 mendatang Suzuki hanya bisa mengimpor 2 ribu unit ke Inggris, dengan kata lain permintaan di awal pun belum bisa terpenuhi.
Sebenarnya ada perbedaan spesifikasi unit yang cukup signifikan pada Suzuki Jimny untuk pasar Jepang dan impor. Di Negeri Matahari Terbit, Suzuki Jimny menggunakan mesin 3-silinder, 658 cc dengan turbo yang mampu menghasilkan tenaga 63 daya kuda (dk) dan torsi maksumum 96 Nm. Mesin ini dikawinkan dengan pilihan transmisi manual 5-percecpatan atau otomatis 4-percepatan.
ADVERTISEMENT
Sementara untuk pasar impor, Suzuki memberi nama Jimny Sierra. Produk ini menggunakan mesin yang berbeda, 1.500 cc dengan kode K15B, sama seperti yang digunakan Suzuki Ertiga baru. Dengan pilihan transmisi dan mode berkendara yang sama mesin ini mampu menghasilkan tenaga mencapai 100 dk dan torsi maksimum 129 Nm.
Suzuki Jimny generasi keempat (Foto: dok. Suzuki)
Beberapa ulasan dari media internasional yang telah menjajal langsung mobil ini pun bisa dibilang cukup memuaskan untuk ukuran mobil SUV berukuran kecil ini. Meski begitu satu-satunya celah dari Suzuki Jimny teranyar mungkin ada pada skor uji tabraknya yang hanya mendapat tiga bintang (dari maksimal lima) dari UERO NCAP.
Melihat fonomena yang ada saat ini mungkin tidak ada salahnya kalau Suzuki global mulai 'membagi' produksi unit kendaraan untuk pasar impor ke negara seperti Indonesia yang memang sudah memproduksi Suzuki Ertiga baru yang punya mesin sama dengan Suzuki Jimny versi impor alias Sierra.
ADVERTISEMENT
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan