kumparan
15 Mar 2019 15:46 WIB

Test Drive Wuling Almaz: Performa, Kenyamanan hingga Konsumsi BBM

Test drive Wuling Almaz menyusuri jalanan berkelok-kelok Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
kumparan beberapa waktu lalu berkesempatan menjajal Wuling Almaz. Test drive kali ini menguji performa mesin dan kenyamanan Wuling Almaz dari Cengkareng menuju Bandung.
ADVERTISEMENT
Biar pengetesan lebih terasa dan menantang, jalurnya sengaja tidak melintasi tol Cipularang, melainkan lewat Bogor, menuju Sukabumi, dan tidak lupa mengarungi lintasan perbukitan ke Geopark Ciletuh, baru dilanjutkan menuju Bandung dengan panjang lintasan kurang lebih 426 km.
Lalu seperti apa rasanya mengemudikan Wuling Almaz ini? Simak ulasannya berikut.
Posisi mengemudi
Posisi mengemudi Wuling Almaz Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Seperti biasa, kami awali dari posisi duduk mengemudinya dulu. Dengan pengaturan kursi yang serba elektrik, rasanya dapat dengan mudah mencari posisi duduk yang ideal.
Terlebih model joknya yang ala-ala bucket seat bisa menopang punggung dengan nyaman.
Posisi kaki pun juga terbilang nyaman, karena hanya tersedia model dua pedal, bagian paling kiri berupa foot rest yang bisa menyangga kaki berukuran 43 ke atas dengan pas.
Test Drive Wuling Almaz, posisi tangan yang benar saat menggenggam setir Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Namun sayangnya setir tidak dapat diatur secara teleskopik, artinya masih berupa tilt biasa. Tapi itu bukan masalah besar, meskipun hanya tilt, sudah cukup menawarkan posisi tangan yang ergonomis.
ADVERTISEMENT
Blind spot yang minim
Oh iya, SUV kan umumnya identik dengan blind spot yang banyak, juga pengemudinya serasa tenggelam oleh dashboard-nya yang tinggi, belum lagi pilar A-nya yang tebal.
Posisi tangan 9-3 pada setir kemudi yang dianjurkan Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Namun itu tidak dirasakan di dalam kabin Wuling Almaz. Visibilitas ke depan begitu jelas, melirik diagonal kanan dan kiri pilar A-nya juga tidak begitu mengintimidasi ketika menikung atau parkir.
Kelegaan jok baris kedua
Ruang bagasi Wuling Almaz Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Hal lain yang bikin Wuling Almaz ini begitu terdongkrak kenyamanannya adalah ruang baris kedua yang begitu lapang. Siapapun yang duduk pastinya langsung merasakan keleluasaan yang tinggi.
Ruang kaki pun luas, sangat jauh sehingga dengkul kaki tidak akan menyentuh bagian belakang jok depan. Tapi ruang kepala tidak begitu luas, sebab ada ruang untuk menyembunyikan penutup panoramic roof.
ADVERTISEMENT
Baris kedua yang begitu lega ini sengaja dimaksimalkan pabrikan karena Wuling Almaz cuma berkonfigurasi 5-penumpang saja. Joknya pun tidak bisa diatur secara sliding.
Performa mesin di atas rata-rata
Test Drive Wuling Almaz di Jawa Barat Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Wuling Almaz ini dibekali mesin 1.500 cc dengan turbo yang menjajikan tenaga hingga 140 daya kuda (dk) pada 5.300 rpm dan torsi maksimum 250 Nm pada 1.200 rpm yang disalurkan pada transmisi otomatis CVT 8-percepatan.
Saat pertama kali menginjak pedal gasnya, tarikannya begitu lembut pada putaran mesin bawah di kecepatan rata-rata 30 km/jam.
Tapi beda cerita ketika ada kesempatan untuk kick down di tol Jagorawi, boosting dari turbonya cukup menghentakan badan langsung mepet ke jok.
Test drive Wuling Almaz melintasi ruas tol Bocimi Foto: dok. Wuling Motors
Memang sih seperti mesin turbo lainnya, turbo lag pada mesin Wuling Almaz juga terasa. Saat jarum tachometer berada di angka 1.700-an, ada gejala turbo lag ada tapi jedanya tidak begitu lama.
ADVERTISEMENT
Di atas 1.800-an rpm, tenaganya berangsur-angsur naik dengan cepat. Bahkan saat melintasi di tol Bocimi yang begitu lengang, tidak terasa jarum speedometer menunjukkan angka 160 km per jam.
Test Drive Wuling Almaz di Jawa Barat, mengemudi di perbukitan Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Performa mesinnya ini juga begitu menjanjikan saat melibas jalur perbukitan menuju Geopark Ciletuh yang berkelok dan menanjak-menurun terjal.
Jadinya bukan masalah besar ketika dihadapkan tanjakan yang punya kemiringan lebih dari 45 derajat. Apalagi saat mode manualnya diaktifkan, merasakan jambakan mesin turbo pada putaran mesin tinggi ketika menanjak begitu menyenangkan.
Bantingan suspensi dan handling yang 'nurut'
Selain performa mesin yang baik, kendali dan bantingan suspensi yang rigid bikin handling Wuling Almaz ini 'nurut', baik ketika manuver menyalip mobil di tol, maupun meliuk-liuk di jalur perbukitan.
Test drive Wuling Almaz menyusuri jalan off road ringan Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Ya memang sih ketika melibas jalan yang tidak begitu mulus, suspensinya tidak bisa dikatakan empuk. Kendati demikian, itu tadi, bikin handling-nya mantap dan body roll bisa teredam dengan baik.
ADVERTISEMENT
Kekedapan kabin yang baik
Walaupun asyik untuk diajak berlari pada putaran mesin tinggi, kesenyapan kabinnya terus terjaga. Bahkan pada putaran 2.500 rpm sampai 3.000-an ketika mesinnya meraung, tidak membuat dengung kabin mobil.
Lingkar kemudi Wuling Almaz Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Bahkan saat mengemudikannya di bawah guyuran hujan dan panoramic dibuka, tidak membuat kabin bising, jadinya kenyamanan melintasi kota Bogor dan Sukabumi pun terasa melankolis.
Keleluasaan ruang bagasi
Sebagai SUV dua baris, pastinya bagasi belakangnya bisa menjanjikan ruang penyimpanan yang besar. Dan benar saja, meskipun sudah diisi tiga tas ransel yang terisi penuh, masih banyak sisa ruangan untuk menyimpan barang.
Fitur Wuling Link yang bantu navigasi
Pengetesan kali ini disisipi aktivitas menelusuri tempat tujuan secara mandiri. Artinya, dari enam mobil yang ada, kami berjalan tidak beriringan, masing-masing dibebaskan mencari jalan sesuai preferensinya.
Bedah fitur Wuling Link pada Wuling Almaz Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Nah untuk membantu navigasi, ada Wuling Link yang bisa dipakai. Caranya cukup colok kabel dengan smartphone berbasis Android, lalu terpampanglah tampilan smartphone pada head unit, jadinya peta navigasi bisa dengan mudah terlihat jelas.
ADVERTISEMENT
Selain buat navigasi, Wuling Link menariknya bisa dibuat untuk mendengarkan musik dari Youtube ataupun Spotify.
Konsumsi bahan bakar
Karena berfokus pada uji performa mesin dan kenyamanan kabin, kami sampai lupa untuk menguji keiritan bahan bakar Wuling Almaz ini. Pedal gas pun selalu diinjak dalam-dalam, jadinya konsumsi bensin tidak bisa irit.
Tampilan MID dan spedometer Wuling Almaz Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Pada tampilan multi information display (MID) yang ada di panel instrumen, rata-rata konsumsi bahan bakarnya mencapai 7,5 km per liter pada modus berkendara Sport, 10,1 km per liter untuk Eco, dan 9 km per liter tanpa menyetel modus berkendara.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan