Pencarian populer

Ilmuwan Berhasil Ubah Golongan Darah A dan B Jadi O, Apa Manfaatnya?

Ilustrasi golongan darah. Foto: Pixabay

Pada Juli 2018 lalu, Palang Merah Amerika menyatakan kekurangan pasokan darah untuk membantu semua pasien yang membutuhkan darah. Penyebabnya, jumlah sumbangan darah yang mereka terima sangatlah sedikit untuk tipe-tipe golongan darah tertentu.

Tak lama kemudian, sebuah kabar baik datang. Futurism melansir, para peneliti dari University of British Columbia telah menemukan cara untuk mengatasi masalah tersebut. Jika orang-orang tidak menyumbang lebih banyak stok darah, maka solusinya adalah dengan mengubah golongan darah yang kurang bermanfaat menjadi golongan darah yang dapat diterima oleh semua tubuh manusia.

Pada Agustus lalu, mereka mempresentasikan hasil penelitian mereka pada pertemuan American Chemical Society. Kini, tepatnya sejak 10 Juni lalu, hasil riset tersebut telah dipublikasikan di jurnal Nature Microbiology.

Pada dasarnya golongan darah berbeda-beda karena ditentukan oleh antigen gula pada permukaan sel darah merah yang diciptakan oleh tubuh. Darah tipe A memiliki satu jenis gula dan tipe B memiliki jenis gula yang lain. Darah tipe AB memiliki kedua jenis gula tersebut. Sedangkan darah tipe O tidak memiliki gula.

Kantong darah Foto: Pixabay

Jika seseorang menerima transfusi darah dari golongan darah yang tidak sejenis, sistem kekebalan mereka akan menyerang dan membunuh sel-sel darah yang didonorkan. Sebagai contoh, seseorang dengan darah tipe A tidak pernah bisa menerima donor darah tipe B karena antigen gulanya tidak cocok.

Darah tipe O tidak mengandung antigen gula, sehingga siapapun dapat menerimanya. Itu alasan mengapa golongan darah O dapat diterima secara universal dan sangat dibutuhkan oleh banyak orang.

Dahulu, para peneliti menemukan bahwa enzim tertentu (molekul yang menyebabkan reaksi kimia) dapat menghilangkan gula dari sel darah A, B, dan AB, dan mengubahnya menjadi tipe O yang lebih berguna.

Namun peneliti riset ini, Stephen Withers, menjelaskan bahwa dulu mereka belum menemukan enzim yang cukup efisien, aman, dan ekonomis untuk mengubah tipe-tipe darah tersebut menjadi tipe darah universal. Lalu pencarian mereka untuk mendapatkan enzim semacam itu akhirnya membawa mereka ke usus manusia.

Petugas menyimpan darah di Laboratorium Unit Transfusi Darah (UTD) PMI. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Withers dan timnya mengetahui bahwa lapisan saluran pencernaan mengandung gula yang sama yang ditemukan pada sel darah, dan bahwa enzim bakteri di dalam tinja manusia melepaskan gula-gula tersebut untuk melancarkan saluran pencernaan.

Dengan mengandalkan pengetahuan ini, para peneliti kemudian mengisolasi enzim yang dapat menghilangkan gula dari golongan darah A dan B untuk mengubahnya menjadi golongan darah O. Para peneliti menyebut enzim ini punya kemampuan 30 kali lebih efisien untuk mengubah tipe-tipe darah menjadi darah universal daripada enzim yang ditemukan sebelumnya.

Untuk saat ini para peneliti sedang memeriksa ulang temuan mereka. Langkah yang akan mereka lakukan selanjutnya adalah menguji enzim ini dalam pengaturan klinis, tahapan yang akan membantu mereka dalam menentukan apakah proses konversi darah tersebut menghasilkan efek yang tidak diinginkan atau aman.

Semua pengujian tambahan itu masih membutuhkan waktu. Tetapi Withers optimis bahwa enzim yang timnya temukan ini dapat menjadi terobosan di masa depan untuk memastikan setiap orang yang membutuhkan donor darah akan dapat menerimanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57