Indonesia Kirim Balik 5 Kontainer Sampah ke AS

16 Juni 2019 19:47 WIB
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tumpukan sampah di Indonesia. Foto: Santirta Martendano/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Tumpukan sampah di Indonesia. Foto: Santirta Martendano/AFP
ADVERTISEMENT
Indonesia telah mengembalikan lima kontainer sampah ke Amerika Serikat dan menegaskan tidak ingin menjadi 'tempat pembuangan sampah' bagi negara-negara lain. Anehnya, kontainer-kontainer itu seharusnya hanya berisi potongan kertas saja jika berdasarkan dokumen bea cukai.
ADVERTISEMENT
Tapi, nyatanya di dalamnya ada sampah lain seperti botol, plastik, dan popok bayi. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun dan Berbahaya KLHK, Sayid Muhadhar.
"Ini tidak pantas dan kami tidak ingin menjadi tempat pembuangan sampah," ujar Muhadhar, dilansir AFP.
Kelima kontainer itu diketahui dimiliki sebuah perusahaan Kanada, yang dikirim dari Seattle di AS ke Surabaya pada akhir Maret. Namun, tidak jelas dari negara mana sampah-sampah itu aslinya berasal. Meski begitu, diketahui dengan jelas bahwa asal pengiriman kontainer tersebut berasal dari sebuah pelabuhan di AS.
Seorang perempuan mencari sampah plastik di muara sungai Jangkuk, Ampenan, Mataram. Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Indonesia saat ini sedang memeriksa sejumlah kontainer lain di pelabuhan Jakarta dan Batam. Bukan hanya Indonesia saja, sebelumnya Malaysia juga melakukan hal yang sama dengan mengembalikan ratusan ton sampah plastik pada bulan lalu.
ADVERTISEMENT
Negara Asia Tenggara lainnya, Filipina, juga mengirim balik berton-ton sampah di negaranya ke Kanada, yang membuat panas hubungan diplomatik antara kedua negara.
Bukan hanya negara Asia Tenggara, China juga dikabarkan menerima banyak sampah plastik dari berbagai belahan dunia. Tapi, mereka menutup pintunya rapat-rapat dari kiriman sampah pada akhir tahun lalu untuk membersihkan lingkungannya.
Sampah plastik dan styrofoam di garis pantai di Cilincing di Jakarta. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Dilaporkan AFP, sampah dalam jumlah besar telah dikirimkan ke Asia Tenggara belakangan ini, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Sekitar 300 juta ton plastik diproduksi setiap tahunnya dan banyak di antaranya yang berakhir di lautan, menurut Worldwide Fund for Nature (WWF).