Kumparan Logo

Tahun Depan, Gunung Sampah di India Lebih Tinggi dari Taj Mahal

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak-anak bermain di kawasan TPA Ghazipur Foto: Flickr/Ritika Goswami
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak bermain di kawasan TPA Ghazipur Foto: Flickr/Ritika Goswami

Gunungan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Ghazipur, India, diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi dari Taj Mahal pada 2020 mendatang. Tempat pembuangan sampah ini telah memakan lebih dari 40 lahan lapangan sepak bola di tepi timur New Delhi, yang dianggap sebagai ibu kota paling tercemar di Dunia.

Tumpukan di TPA ini, setiap tahunnya meningkat 10 meter. Kini, tinggi volume gunung sampah itu sudah mencapai 65 meter dan diperkirakan akan lebih tinggi lagi dari ketinggian Taj Mahal, yakni 73 meter.

Mahkamah Agung India telah membuat peringatan menggunakan lampu merah yang diletakkan di atas gunungan sampah. Hal itu dilakukan sebagai simbol keamanan bagi pesawat yang lewat.

"Itu semua harus dihentikan karena pembuangan yang terus menerus telah mencemari udara dan air tanah," kata Chitra Mukherjee, kepala Chintan yang merupakan kelompok advokasi lingkungan di India.

Sampah di TPA Ghazipur juga berisi kotoran dari hewan ternak seperti sapi dan kambing Foto: Flickr/Ritika Goswami

Melansir The Independent, tempat pembuangan sampah ini dibuka tahun 1894, dan telah mencapai kapasitasnya pada 2002 dan terus berkembang. Dengan adanya pertumbuhan populasi dan peningkatan konsumsi plastik di India, maka kondisi seperti ini akan terus berlanjut dan lebih membahayakan.

Kota-kota di India diperkirakan setiap tahunnya menghasilkan 62 juta ton limbah sampah yang dibuang di TPA Ghazipur. Berdasarkan proyeksi pemerintah setempat, angka itu diperkirakan akan meningkat menjadi 165 juta ton. Tidak hanya sampah dari limbah rumah tangga, 2.000 bangkai anjing dan tikus turut dibuang di TPA Ghazipur setiap harinya.

Kehidupan TPA Ghazipur yang mengerikan

Akibat dari gunungan sampah di TPA Ghazipur, kebakaran terus terjadi setiap harinya akibat gas metana yang dikeluarkan dari tempat pembuangan sampah. Hal itu terlihat pada tahun 2018 silam, dua orang tewas akibat tertimbun gunungan sampah yang runtuh.

Warga yang tinggal di wilayah sekitar TPA Ghazipur, mengatakan bahwa udara di sana beracun, sehingga mereka mengalami masalah pernapasan dan pencernaan akut.

Para pemungut sampah di TPA Ghazipur, India Foto: Flickr/Mackenzie

Pada Januari, polusi udara di New Delhi melonjak ke tingkat darurat. Indeks kualitas udara Central Pollution Control Board yang dikelola Kementerian Lingkungan, Kehutanan, dan Iklim, mencatat, bahwa partikel beracun di wilayah itu, 12 kali lebih tinggi dari tingkat yang pernah direkomendasikan AS.

Sebenarnya, India memiliki konsumsi plastik per kapita yang rendah, yakni 11 kilogram, dan itu lebih rendah dibandingkan konsumsi plastik di negara barat yang mencapai 10 kali lipat setiap tahunnya.

Awal tahun ini, pemerintah India telah membuat larangan mengimpor plastik dalam upaya mengurangi volume gunung sampah. Hal ini juga salah salah satu komitmen pemerintah India dalam menghentikan penggunaan plastik pada tahun 2022.

kumparan post embed