Ini Obat Pengganti Ranitidin yang Terbukti Ampuh Turunkan Asam Lambung

11 Oktober 2019 15:07 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi obat-obatan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat-obatan. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan surat edaran yang meminta produk obat ranitidin ditarik dari pasaran. Keputusan ini berdasarkan penemuan cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat ranitidin pada 13 September 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
Menanggapi penarikan obat ranitidin, Ketua Komite Kajian Obat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Rika Yuliwulandari menyatakan, langkah tersebut sebagai suatu bentuk kehati-hatian. Rika pun mengapresiasi bentuk komitmen BPOM agar masyarakat hanya mengonsumsi obat yang aman dan bermutu.
Untuk meredam kepanikan di masyarakat, Rika mencoba meyakinkan bahwa obat ranitidin sebenarnya aman. NDMA yang ditemukan dalam ramitidin pun sebenarnya merupakan kontaminan yang umum ditemukan di lingkungan.
“Ada di daging, air, susu, ikan,” jelasnya saat menjadi salah satu pembicara konferensi pers Perkembangan Lebih Lanjut Penarikan Produk Ranitidin yang Terkontaminasi NDMA, di Aula Gedung C Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).
Konferensi pers BPOM soal Penarikan Obat dengan Kandungan Ranitidin, di Kantor Pusat BPOM, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019). Foto: Abdul Latif/kumparan
Rika menambahkan, nantinya setelah BPOM selesai melakukan pengujian NDMA yang memenuhi standar, obat ranitidin akan bisa dikonsumsi lagi oleh masyarakat. Saat ini, BPOM memerintahkan seluruh industri farmasi pemegang izin edar produk ranitidin untuk menghentikan sementara produksi, distribusi dan peredarannya.
ADVERTISEMENT
Namun begitu, Rika mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir. Sebab, ada beragam obat pengganti ranitidin yang tersedia dan beredar di pasar.
“Ranitidin sebagai AH 2 Bloker, yang digunakan agar produksi asam lambungnya menurun. Nah, obat-obat yang bisa digunakan untuk memblok atau mengurangi produksi asam lambung bisa digunakan sebagai pengganti,” terang Rika.
Ilustrasi asam lambung. (foto: Thinkstock).
Rika menjelaskan, kelompok obat seperti proton pump inhibitor (PPI) juga bisa digunakan untuk menurunkan kadar asam lambung. Selain itu, PPI dapat pula meredakan gejala yang disebabkan oleh penyakit reflusk asam lambung (GERD).
Rika menambahkan, terdapat jenis obat untuk menurunkan kadar asam lambung yang terbukti lebih ampuh dibandingkan ranitidin. Salah satunya adalah famotidine.
“Proton pump inhibitor terbukti melebihi efek dari Antihistamin H2 atau yang kita sebut dengan H2 bloker (ranitidin sebagai AH 2 bloker). Oleh karena itu, banyak pilihan lainnya bahkan di antara H2, selain ranitidin ada famotidine, misalnya. Kemudian, proton pump inhibitor ada omeprazol, lansoprazol dan seterusnya. Keampuhannya bagus, bahkan lebih bagus,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT