kumparan
8 Sep 2019 18:50 WIB

Lokasi Pesawat Luar Angkasa India yang Hilang Telah Ditemukan

Ilustrasi pesawat luar angkasa. Foto: AFP/NASA
Organisasi Riset Luar Angkasa India alias Indian Space Research Organisation (ISRO) mengumumkan telah menemukan lokasi pendaratan Vikram, kendaraan pesawat luar angkasa yang seharusnya mendarat di Bulan pada Sabtu (7/9) kemarin.
ADVERTISEMENT
Chairman ISRO, Kailasavadivoo Sivan, membeberkan bahwa pihaknya telah mengantongi gambar termal dari lokasi pendaratan Vikram yang dikirimkan oleh pesawat luar angkasa tersebut. Meski begitu, menurut Sivan, ISRO masih berupaya untuk melakukan kontak kembali dengan pesawat tanpa awak tersebut.
Misi eksplorasi Bulan kedua dari India dengan tajuk Chandrayaan-2 ini awalnya berhasil memasuki orbit Bulan pada Selasa (20/8). Namun sayangnya, misi ini gagal setelah pada Sabtu (7/9), ISRO menyatakan Vikram hilang kontak beberapa saat sebelum mendarat di Bulan.
Alhasil, India pun gagal menorehkan sejarah sebagai negara keempat setelah Amerika Serikat, Rusia, dan China yang berhasil mendaratkan pesawat luar angkasanya di Bulan. Misi yang tak berjalan mulus ini tentu meninggalkan kekecewaan mendalam bagi para ilmuwan yang terlibat dalam proyek ini.
Perdana Menteri India, Narendra Modi. Foto: AFP
Perdana Menteri India, Narendra Modi, berusaha menghibur para ilmuwan tersebut. Seperti dilansir Phys, Modi turut hadir di ruang kendali misi (The Indian Mission Control Centre/INMCC) yang berlokasi di Bangalore, untuk menyaksikan pendaratan bersejarah itu.
ADVERTISEMENT
Sebelum dinyatakan hilang kontak, pesawat tanpa awak itu nyaris mendarat di Bulan karena berada hanya 2,1 kilometer di atas permukaan Bulan. Mulanya, semua berjalan sesuai rencana.
“Setelah itu, komunikasi jelang pendaratan menghilang,” beber Sivan. Menurutnya, kala itu sorak sorai dan tepuk tangan timnya seketika berubah menjadi kebingungan.
Belum jelas apa yang menjadi penyebab hilangnya kontak pesawat luar angkasa sesaat sebelum mendarat di Bulan. Padahal, ISRO mengungkapkan bahwa kendaraan itu dalam keadaan normal dan berfungsi dengan baik saat masih berada di orbit Bulan.
Ilustrasi Bulan. Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan
Misi ke Bulan menggunakan Vikram terbilang sebagai misi yang hemat biaya. India hanya menggelontorkan dana sekitar Rp 143 juta dolar AS atau setara dengan Rp 2 triliun untuk misi Chandrayaan-2.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan