Peneliti Temukan Hiu ‘Glow in the Dark’ di Teluk Meksiko

Hiu diketahui mengintai dan mengendus mangsanya sebelum mereka menyerang. Namun, hal itu berbeda dengan spesies hiu langka yang baru saja ditemukan oleh sekelompok peneliti. Hiu berkulit hitam pekat ini dapat menarik perhatian mangsanya supaya mendekat dengan cara membuat kulitnya menyala dalam gelap atau glow in the dark.
Hiu ini berjenis hiu saku amerika atau american pocket shark. Peneliti menemukan seekor hiu saku amerika kecil dengan panjang tubuh sekitar 14 sentimeter ini di Teluk Meksiko. Menurut laporan hasil riset terbaru dari Tulane University, hiu kecil ini adalah jenis hiu saku amerika pertama yang ditemukan di Teluk Meksiko.
Hiu bertubuh hitam ini tidak tampak menakutkan. Namun penampakannya yang bisa bercahaya dalam gelap justru sangat menakjubkan.
Hiu ini pertama kali ditemukan pada 2013, ketika peneliti dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Mark Grace, menemukan hiu langka tersebut di antara sekumpulan spesies lain yang gelap atau kurang bercahaya. Dalam sebuah pernyataan, Grace mengatakan bahwa hiu saku yang ia temukan merupakan spesies hiu saku amerika kedua yang pernah ditangkap atau tertangkap kamera.
Sebelumnya, hiu dengan jenis yang sama juga pernah ditemukan pada tahun 1979 di Samudra Pasifik timur. "Keduanya adalah spesies yang terpisah, masing-masing dari lautan yang berbeda, dan keduanya tentu sangat langka," kata Grace, sebagaimana dikutip dari CNN.
Menurut laporan riset dari Tulane University, spesies hiu ini mengeluarkan cairan bercahaya dari kelenjar kecil di dekat sirip depan. Menurut para peneliti, cairan itu dipergunakan oleh si untuk menarik perhatian mangsanya, terutama yang tertarik dengan cahaya.
Hiu ini bukanlah satu-satunya spesies yang bisa menghasilkan cahaya dalam gelap.
NOAA memperkirakan sekitar 90 persen hewan yang hidup di perairan terbuka merupakan makhluk bioluminescent atau makhluk yang bisa menghasilkan cahaya.
Menurut Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian, cahaya yang berasal dari hewan semacam ini timbul akibat dipicu oleh reaksi kimia yang memancarkan energi cahaya. Hewan semacam ini mengeluarkan cahaya bisa untuk menarik mangsa, memperingatkan penyerang untuk menjauh, atau untuk menjebak dan memangsa hewan laut yang lebih kecil.
