Kumparan Logo

Rusia Temukan 5 Pulau Baru, Dampak dari Mencairnya Gletser Arktik

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kutub utara, Arktik Foto: Dok. US Navy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kutub utara, Arktik Foto: Dok. US Navy

Militer Rusia menemukan lima pulau baru di Kutub Utara setelah gletser di kawasan tersebut mencair. Pulau-pulau itu memiliki luas yang bervariatif, mulai dari 892 meter persegi hingga 53.883 meter persegi atau sekitar ukuran 10 lapangan sepak bola.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Rusia mengatakan, pulau-pulau itu pertama kali ditemukan pada tahun 2016 oleh insinyur Marina Migunova, ketika ia sedang bekerja di atas kapal hidrografi Wazir dari Armada Utara Rusia sebagai bagian dari ekspedisi ke kepulauan Franz Josef Land di Samudra Arktik.

Kepulauan itu merupakan sebuah wilayah terpencil dan Rusia memiliki pangkalan di wilayah tersebut.

Para peneliti dengan Angkatan Laut Rusia telah mempelajari daerah itu selama beberapa tahun. Mereka melihat adanya perubahan garis pantai dari dua pulau, yakni Franz Josef Land dan Novaya Zemlya. Sedangkan, pulau-pulau baru itu muncul di Teluk Vise dekat pantai Kara Novaya Zemlya.

Gambar NASA menunjukkan Franz Josef Land. Penemuan lima pulau baru di Rusia. Foto: NASA/Jaros and AS

Migunova pertama kali menemukan beberapa pulau tersebut dengan menganalisis citra satelit. “Survei topografi dilakukan di pulau-pulau baru, dan mereka tergambarkan secara detail dan terdokumentasi,” ujar Migunova seperti dikutip dari Newsweek.

“Penemuan pulau-pulau ketika gletser mencair bukanlah kejutan, karena gletser hanyalah sungai es yang mengangkut salju dan es yang dipadatkan dari daratan yang lebih tinggi ke laut. Saat iklim menghangat, gletser menyusut dan akan memperlihatkan tanah di bawahnya,” kata Tom Rippeth, ahli kelautan dari Bangor University saat mengomentari ihwal penemuan pulau-pulau tersebut.

Menurut Rippeth, fenomena penemuan pulau-pulau baru ini tak lain akibat dari meningkatnya pemanasan di Kutub Utara. Wilayah tersebut memiliki kini suhu rata-rata sekitar 5 hingga 6 derajat Celsius lebih hangat akibat perubahan iklim.

“Pemanasan lautan juga kemungkinan menjadi pengaruh penting di sini, karena wilayah ini dipengaruhi oleh air Atlantik yang mengalir ke Kutub Utara ke utara Norwegia dan Svalbard. Pemanasan air ini sudah diakui sebagai kontributor utama bagi penurunan es laut di wilayah ini,” ungkap Rippeth.

embed from external kumparan

Para ilmuwan memperkirakan, akan lebih banyak gletser mencair karena planet ini terus menghangat. Pada Januari 2019, para peneliti mengumumkan pencairan gletser di Kutub Utara, Kanada, dan telah mengekspos tanah yang tidak pernah terlihat selama 40.000 tahun sebelumnya.

“Arktik saat ini memanas dua hingga tiga kali lebih cepat daripada bagian dunia lainnya. Jadi secara alami, gletser dan lapisan es akan bereaksi lebih cepat,” ungkap Simon Pendleton, penulis utama laporan riset yang telah dipublikasikan di jurnal Nature Communications ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia sendiri diketahui telah memperluas kekuatan militernya di Kutub Utara. Sebuah artikel di Financial Time yang diterbitkan pada April 2019 mencatat bagaimana perubahan iklim menyebabkan lebih banyak jalur pelayaran yang dibuka di laut yang dulu beku.

Selain itu, Rusia juga dikatakan telah menghabiskan miliaran dolar AS dalam meningkatkan dan membangun pangkalan militer di pulau-pulau Arktik untuk mengendalikan jalur perairan.