Pencarian populer

Suntik Botoks Buah Zakar Kini Semakin Populer di Australia

Ilustrasi memegang penis Foto: derneuemann via pixabay

Ada operasi kosmetik unik yang mulai populer di negara tetangga kita, Australia. Di Negeri Kanguru itu, prosedur suntik botoks bagi buah zakar kini semakin diminati.

Prosedur ini dikenal dengan nama Scrotox, gabungan antara kata scrotum atau buah zakar dan botoks (botox). Tujuannya adalah untuk membuat bagian buah zakar jadi rileks. Saat buah zakar rileks, ia akan menggantung lebih rendah dan tidak terlihat terlalu kusut.

Biasanya prosedur ini dilakukan bagi pria yang mengalami rasa sakit di bagian testis. Tapi, ada juga yang melakukannya karena alasan kosmetik, untuk membuat buah zakarnya "terasa" lebih halus dan terlihat lebih besar.

Selain itu, ada yang beranggapan bahwa dengan membuat bagian buah zakar menjadi rileks, maka hubungan seks akan terasa lebih nikmat.

"Alasan paling umum pria meminta Scrotox karena buah zakar mereka mengkerut sangat ketat, menekan testis, dan menyebabkan rasa sakit," ungkap Jayson Oates, kepala bagian bedah dan direktur medis CALIBRE Clinic.

"Buah zakar yang rileks membantu testis untuk bisa menggantung lebih rendah dan melegakan rasa sakit yang ada," sambungnya, seperti dilansir IFL Science.

Efek prosedur ini memang tidak langsung terasa. Perlu waktu antara tiga sampai lima hari untuk melihat perbedaannya. Selain itu, perlu waktu dua minggu untuk merasakan efek lengkapnya.

Di Australia, prosedur ini dibanderol dengan harga 1.000 dolar Australia atau sekitar Rp 10 juta. Bagian buah zakar akan disuntik botoks sebanyak 55 kali setelah diberi bius lokal.

Tidak perlu waktu lama untuk pulih dari prosedur ini. Tapi dokter menyarankan agar tidak melakukan olahraga tepat setelah menjalani prosedur Scrotox.

Sayangnya, prosedur ini harus dilakukan berkali-kali. Mereka yang menjalaninya harus mengulang prosedur suntik setiap tiga sampai empat bulan sekali. Jangka waktu ini bisa diperpanjang, jika otot sudah terbiasa merasa rileks akibat suntikan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60