kumparan
16 Jul 2019 20:03 WIB

Jonatan Christie: Mau Tidak Mau Saya Harus Menang Dua Gim

Jonatan Christie saat pertandingan Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Selasa (16/7). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Walaupun terjadi secara straight, kemenangan Jonatan Christie atas Rasmus Gemke asal Denmark bukanlah kemenangan mudah.
ADVERTISEMENT
Berkali-kali penonton di Istora Gelora Bung Karno (GBK) mengelus dada pada Selasa (16/7/2019) sore WIB. Pasalnya, Gemke terus mengejar perolehan poin Jonatan. Sempat unggul 16-13, peraih medali emas Asian Games 2018 itu malah mendapatkan situasi imbang di skor 16-16.
Untung bagi Jonatan, Gemke mengendur dengan cuma menambah satu poin. Sementara, Jonatan melaju dengan merebut empat angka sekaligus menutup gim pertama lewat kemenangan 21-17.
Semakin sengit pertarungan mereka di gim kedua. Sempat tertinggal 11-16, Jonatan memaksa Rasmus bermain deuce. Di periode kritis ini, Jonatan tampil ciamik untuk memastikan kemenangan 24-22 di gim kedua.
Menurut Jonatan, gim ketiga merupakan skenario berbahaya buat dirinya. Dasar itulah yang mendorong Jonatan untuk mati-matian mengunci kemenangan di gim kedua.
ADVERTISEMENT
“Yang membuat saya lebih tenang karena tadi saja kami bermain dua gim selama 58 menit. Itu yang tidak mau saya sia-siakan. Karena kalau sampai rubber game, itu akan menghabiskan energi lebih banyak,” kata Jonatan di ruang konferensi pers Istora.
“Kalau sampai rubber juga, pasti Rasmus akan lebih percaya diri. Itu yang saya antisipasi, jadi mau tak mau saya harus rebut gim kedua itu,” tuturnya menambahkan.
Jonatan Christie saat pertandingan Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Selasa (16/7/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Di babak kedua Indonesia Open 2019, Jonatan bakal kembali menghadapi tunggal putra Denmark, Han-Kristian Solberg Vittinghus. Menyoal calon lawannya, Jonatan menyebut sosok 33 tahun itu lebih berpengalaman dan matang ketimbang Rasmus.
“Babak kedua ketemu Vittinghus. Ini pertemuan pertama kami. Mungkin yang beda dari Rasmus dan Vittinghus pastinya adalah soal pengalaman. Kalau tadi Rasmus lebih banyak mati sendiri, mungkin Vittinghus tak bermain demikian. Dia mungkin lebih ulet lagi, defense lebih rapat lagi. Itu yang harus diadu lawan Vittinghus nanti,” pungkas Jonatan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·