kumparan
15 Mar 2019 14:20 WIB

Kemenangan di MotoGP Qatar Diprotes, Ducati Siap Protes Balik Honda

Swing Arm yang digunakan Ducati pada MotoGP Qatar 2019. Foto: twitter/motogp
Perdebatan mengenai perangkat yang dipakai pebalap Ducati pada MotoGP Qatar 2019 tak kunjung berakhir. Kini, giliran General Manager Ducati, Luigi Dall'Igna, yang ikut angkat bicara mengenai masalah tersebut.
ADVERTISEMENT
Kemenangan Andrea Dovizioso pada MotoGP Qatar di Sirkuit Losail, Senin (11/03/2019) dini hari WIB, dipertanyakan berbagai pihak. Itu karena Ducati dituding menggunakan perangkat yang dipandang ilegal pada motor Desmosedici GP19. Tak hanya Dovi, Danilo Petrucci dan Jack Miller (Pramac Racing) juga menggunakannya.
Tercatat, empat pabrikan mengajukan protes kepada Race Director terkait perangkat aerodinamika pada swing arm (lengan ayun) yang diyakini bisa mendinginkan ban belakang. Empat pabrikan itu adalah Aprilia, KTM, Honda, dan Suzuki.
Di antara empat tim itu, keluhan dari Honda yang membuat Dall'Igna merasa kecewa. Padahal, selama ini jika ada perdebatan, Honda dan Ducati selalu menyelesaikannya dengan diskusi.
Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso usai memenangi balapan MotoGP Qatar 2019. Foto: twitter/ducatimotor
"Saya cukup terkejut, terutama sikap Honda. Selain jadi protagonis kejuaraan, mereka juga salah satu pendiri MotoGP bersama Ducati dan Yamaha. Hingga kini, semua permasalahan teknis selalu diselesaikan lewat diskusi dengan direktur teknis," kata Dall'Igna dalam wawancara kepada Sky Sports Italia.
ADVERTISEMENT
Soal masalah Ducati, sejatinya pihak MotoGP telah mengeluarkan keputusan bahwa perangkat aerodinamika mereka dalam kategori legal. Namun, empat pabrikan yang mengajukan protes justru membawanya ke Pengadilan Banding MotoGP.
International Motorcycling Federation (FIM) pun sudah angkat bicara dan memastikan bahwa keputusan soal itu akan diumumkan sebelum balapan MotoGP Argentina, 31 Maret 2019.
Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso tampil sebagai pemenang MotoGP Qatar 2019. Foto: twitter/motogp
Akibat situasi ini, entah bertujuan membalas dendam atau tidak, Dall'Igna pun memberikan protes balik kepada Honda. Sasarannya adalah winglet (sayap) motor Honda yang dianggap berbahaya.
"Sayap Honda benar-benar berbahaya bagi kita semua. Mereka dibuat dengan bahan yang tipis untuk mengurangi beban dan mungkin sebagai pelengkap seluler. Kami tak pernah mempertimbangkan untuk mengeluh," jelasnya.
"Tapi jika seseorang, terutama Honda, telah mempertanyakan Danny Aldridge (Direktur Teknis MotoGP), mereka menempatkan kami dalam posisi untuk memikirkan kemungkinan keluhan di balapan berikutnya," papar Dall'Igna.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan