kumparan
20 Mar 2019 19:03 WIB

Kisah Ahsan/Hendra tentang 'Comeback' Gemilang di Final All England

Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan saat menerima medali di All England 2019. Foto: Reuters / Andrew Boyers
Tak mudah bagi Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan untuk memenangi All England 2019 nomor ganda putra. Pasalnya, Hendra sempat mengalami cedera betis kanan di gim pertama laga semifinal melawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda asal Jepang.
Cedera tersebut membuat pebulu tangkis kelahiran Pemalang itu sempat mendapatkan penanganan medis. Setelah beberapa saat, Hendra kembali tampil dengan kondisi kaki kanannya dibalut pelindung lutut. Namun, walau telah mendapatkan penanganan medis, sakit itu tak langsung hilang.
Lantas, bagaimana ceritanya Ahsan/Hendra bisa menang 21-19 dan 21-16 di akhir cerita? Ketika hadir dalam acara Penghargaan Juara All England 2019 di Galeri Indonesia Kaya, Rabu (20/3/2019), Hendra menuturkan kemenangan tersebut diraih karena perubahan taktik.
“Setelah kaki saya disemprot sekali, tetap saja terasa sakit. Sehingga, Ahsan lebih banyak mengaver area depan, sementara saya di belakang. Untungnya juga, Jepang tak siap dengan perubahan yang kami lakukan,” ucap Hendra.
Sebelum partai final melawan duo Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Hendra mendapatkan terapi. Kendati demikian, rasa sakit tak hilang sepenuhnya. Dia mengaku saat itu masih merasakan sakit ketika melompat. Hendra pun merasa kesulitan untuk mundur dengan cepat ketika tengah maju.
Kondisi ini menjadi faktor di balik banyaknya tercipta kesalahan di gim pertama. Kondisi menjadi pelik ketika wakil Malaysia tersebut menunjukkan permainan terbaiknya. Alhasil, Ahsan/Hendra keok 12-21 di gim pertama.
Namun, di momen berat seperti inilah mentalitas pebulu tangkis berjuluk The Daddies tersebut terlihat.
“Saya tak merasa dia (Hendra) lagi cedera, karena saya memikirkan apa yang bisa saya lakukan saja. Kalau saya terus memikirkan dia, saya khawatir tak bisa optimal. Apalagi, di gim pertama kami terus membuat kesalahan,” kenang Ahsan.
“Tetapi, di gim kedua, telah tertanam dalam pikiran kami untuk berjuang. Karena semangat kami masih tinggi. Setidaknya, pikir saya ketika itu, kami tidak mau kalah sebelum pertandingan betul-betul berakhir," tambahnya.
Sikap nothing to lose itulah yang membuat Ahsan/Hendra seperti kesetanan di gim kedua dan ketiga, sehingga menang 21-14 dan 21-12. Kemenangan tersebut menyelamatkan wakil-wakil Indonesia dari skenario pulang dengan tangan hampa.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan