kumparan
9 Okt 2018 7:28 WIB

Perak Asian Para Games: Pembuka Jalan Eko Saputra Menjadi PNS

Ilustrasi para atletik. (Foto: INAPGOC/Dewi Nurcahyani)
Pemerintah Indonesia telah berjanji akan memberikan bonus berupa uang tunai dan jaminan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi para atlet yang berhasil menyumbangkan medali pada ajang Asian Para Games 2018.
ADVERTISEMENT
Janji pemerintah itu nyatanya sangat diharapkan dan dijadikan salah satu motivasi oleh atlet untuk meraih prestasi terbaik. Salah satu di antaranya adalah Eko Saputra yang menyumbangkan medali perak bagi kontingen Indonesia lewat cabang olahraga (cabor) para atletik.
Berlomba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (8/10/2018), Eko finis kedua pada nomor lari putra 200 meter kategori disabilitas T12 dengan catatan waktu 23,17 detik. Ia hanya kalah dari atlet Iran, Vahid Alinajimi, yang menorehkan waktu 22,60 detik.
Kendati tak berhasil menjadi yang tercepat, medali perak di nomor 200 meter ini merupakan kejutan buat Eko karena pada awalnya ia hanya ditargetkan menempati posisi tiga. Kejutan ini pula yang membuat Eko bahagia karena bisa memperbesar kansnya menjadi seorang PNS.
ADVERTISEMENT
"Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada Allah karena hanya Dia yang bisa membuat saya menang. Juga untuk orang tua atas doa mereka, serta teman-teman yang selalu memberi dukungan," kata Eko mengawali komentarnya kepada para wartawan di mixed zone SUGBK.
"Di awal saya hanya menargetkan mendapat perunggu di nomor 200 meter, tapi ternyata mendapat perak. Saya sebenarnya pengin juga mendapat perak agar bisa jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)."
"Harapannya jadi PNS karena untuk masa depan dan membantu orang tua. Mereka sekarang ada di Medan, kalau nanti diangkat PNS di mana pun tidak masalah, tetap disyukuri," ujarnya menambahkan.
Peraih perak atletik Asian Para Games, Eko Saputra. (Foto: kumparan/Aditia Rijki Nugraha)
Eko sebetulnya masih punya kesempatan untuk menorehkan prestasi lebih baik karena akan turun di nomor 100 meter T12 sebagai andalannya. Namun, untuk nomor ini Eko tak mau kehilangan fokus karena terlalu mengejar emas.
ADVERTISEMENT
Baginya, selain medali dan PNS, memecahkan rekor waktu terbaik pribadi merupakan salah satu tujuan yang ingin ia capai di Asian Para Games 2018. Ajang olahraga terbesar se-Asia bagi penyandang disabilitas ini pun diakui Eko memberinya kesenangan lain karena di sini ia bisa berkumpul bersama sesama difabel.
"Di nomor 100 meter target saya yang penting mendapat medali. Pertama harus bisa masuk babak final dulu. Kalau target capaian waktu, saya berharap bisa 11 detik dengan komanya kecil, kalau bisa 10 detik. Catatan terbaik saya sebelumnya 11,20 detik di Kejurnas Bandung," papar Eko.
"Semoga bisa 10,9-an detik. Suka duka selama latihan 10 bulan, ya, pasti ada. Tapi, yang pasti saya bisa berkumpul dengan teman-teman, juga teman baru dari negara lain juga yang sesama penyandang disabilitas," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·