CEO Grab Anthony Tan Tanggapi Ekspansi Go-Jek di Asia Tenggara

Kedigdayaan Grab di Asia Tenggara bakal diusik oleh Go-Jek yang pada Juni 2018 resmi menancapkan cakar bisnisnya di Vietnam, dengan nama Go-Viet, dan di Thailand dengan nama Get. Go-Jek juga dikabarkan tinggal selangkah lagi untuk membuka kantor cabang di Singapura.
Grab tentu tidak akan tinggal diam melihat kompetitor terbesarnya masuk ke negara-negara lain. Sang pendiri sekaligus CEO Grab, Anthony Tan, menanggapi aksi korporasi Go-Jek tersebut bakal baik bagi Grab sebagai startup ride-hailing yang mengklaim berkuasa di Asia Tenggara.
"Saya pikir memiliki saingan bagus untuk Grab, kami menyambut persaingan tersebut," kata Tan dalam sesi wawancara di kantor Grab di Singapura, Selasa (10/7).

Hadirnya Go-Jek di Asia Tenggara memacu Grab untuk terus berkembang menjadi aplikasi yang lebih baik dengan layanan on-demand yang tak kalah hebat dibanding kompetitornya.
Dalam upaya bersaing dengan Go-Jek di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Grab tengah bertransformasi menjadi aplikasi super (super app) dengan menyediakan beragam layanan, tidak hanya transportasi, tetapi juga solusi harian untuk kebutuhan sehari-hari, seperti logistik, pesan antar makanan, belanja supermarket, agregator berita, dan sebagainya.
"Persaingan mampu memacu kami lebih berkembang dan fokus terhadap keinginan pelanggan agar kami dapat memenangkan hati pelanggan kami," lanjut Tan.
Target utama Grab adalah menjadi aplikasi yang lebih sering dibuka sehari-harinya oleh pengguna di Asia Tenggara, dan segala cara akan dilakukan untuk mencapainya.
Bersamaan dengan itu, perusahaan yang berbasis di Singapura tersebut juga merilis kehadiran GrabPlatform. Ia merupakan serangkaian API (application programming interface) yang memungkinkan para mitra mereka untuk mengakses beragam komponen teknologi Grab, seperti logistik dan pembayaran.
