Pencarian populer

KPU Angkat Bicara soal Situs yang Sulit Diakses dan Isu Peretasan

Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Padang Barat mengangkat kotak suara sebelum distribusikan ke Tempat Pemungatan Suara. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi

Belakangan situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalami naik-turun, kadang bisa diakses kadang tidak. Hal ini menjadi sorotan publik, apalagi setelah hari pemilu pada 17 April, di mana banyak masyarakat yang mengakses situs KPU untuk mengecek perolehan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Diketahui, informasi perolehan suara Pemilu 2019 bisa dilihat di tautan pemilu2019.kpu.go.id. Meski data yang masuk masih sangat sedikit, tapi sudah banyak warga yang penasaran dan terus memantau situs tersebut.

Beberapa kali situs itu tidak bisa diakses dan hanya menampilkan teks, "Oops! Website KPU sedang sibuk. Layanan kami akan segera kembali."

Situs web KPU sibuk, warga tidak bisa cek hasil perhitungan suara Pemilu 2019. Foto: KPU

Salah satu relawan tim IT KPU, M. Salahuddien, juga menjelaskan lebih detail alasan mengapa situs KPU sulit diakses. Menurutnya kesalahan tidak hanya berasal dari server KPU saja tapi ada faktor-faktor lain.

"Jadi gini trafik yang sangat padat perlu diluruskan. Bukan hanya karena kapasitas server KPU kurang, bukan hanya karena itu, bisa saja provider internet yang digunakan pengguna itu bisa terjadi bottle neck. Kesannya seolah-olah server KPU yang disalahkan, tapi kan banyak kemungkinan yang terjadi. Sejauh ini server KPU memang aman-aman saja," ungkap pria yang akrab disapa Didin Pataka itu.

Ia juga mengakui jika ada percobaan peretasan yang dilakukan untuk membobol keamanan siber dari KPU, tapi sejauh ini menurutnya masih berhasil diamankan.

Laman perhitungan suara di situs KPU tidak bisa diakses. Foto: KPU

"Sebenarnya gini. Serangan ada tapi ya sejauh ini masih bisa manage ya. Mudah-mudah enggak kenapa-kenapa. Tapi kalo masyarakat menemukan situs KPU yang sulit diakses ya memang masalahnya ada pada trafik yang sangat padat," ucap pria yang ikut terlibat juga dalam sistem IT KPU pada Pemilu 2014 tersebut.

Meski begitu, ia membantah dengan aneka rumor yang berkembang di media sosial, jika saat ini server KPU mendapatkan banyak serangan dari luar negeri. Bahkan rumor ini sempat menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #INAelectionObserverSOS.

"Aneka rumor di media sosial tidak benar, seperti yang klasik 'mesin sedot data' sampai yang terbaru mungkin visualisasi traffic serangan ke Indonesia. Enggak ada yang perlu dikomentari, perbanyak ilmu dan cari informasi yang benar dari sumber yang memang kredibel," jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Sabtu,25/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23