kumparan
4 Mar 2019 7:04 WIB

Riset: Instagram Medsos Paling Rawan Kekerasan Seksual pada Anak

Ilustrasi platform Instagram. Foto: Dado Ruvic/Reuters
Di balik foto dan video menarik di Instagram, ternyata terdapat banyak bahaya yang mengancam, khususnya bagi anak-anak. Lembaga perlindungan anak di Inggris, National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC), menempatkan Instagram sebagai media sosial nomor satu dengan bahaya kekerasan seksual pada anak karena banyak pedofil yang memanfaatkan platform ini.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan yang dikeluarkan oleh NSPCC, berdasarkan data kriminal dari 39 wilayah kepolisian di Inggris, Instagram tercatat sebagai media komunikasi pelaku kekerasan seksual pada anak. Sebanyak 22 persen dari 1.944 pelanggaran kekerasan seksual terhadap anak terjadi di Instagram.
Seorang pedofil beraksi di mana dan kapan saja Foto: Shutterstock
Data tersebut mencatat antara bulan April sampai September 2018, telah terjadi 428 kasus. Angka itu menunjukan peningkatan yang tinggi 239 persen, atau lebih dari tiga kali lipat, dibanding 126 kasus pada periode yang sama tahun 2017.
Polisi Inggris juga telah menindaklanjuti kasus kekerasan seksual anak di berbagai platform media sosial pada 1.317 kasus. Instagram menempati peringkat pertama dengan 32 persen dari total kasus tersebut.
Kemudian, diikuti oleh Facebook dan Snapchat, yang masing-masing 23 persen dan 14 persen. Media sosial lainnya, seperti Twitter juga rawan aksi kekerasan seksual pada anak.
Ilustrasi media sosial Foto: Pixabay
NSPCC menemukan bahwa anak perempuan berusia 12 hingga 15 tahun kemungkinan besar menjadi target para pedofil. Tetapi ada juga para korban yang termasuk anak-anak berusia lima tahun.
ADVERTISEMENT
Padahal, aturan Instagram sendiri menyatakan bahwa pengguna harus berusia minimal 13 tahun, tetapi kebijakan tersebut mudah dielakkan.
"Sangat memprihatinkan melihat peningkatan tajam dalam hal pelanggaran kekerasan seksual pada anak di Instagram, dan sangat penting bagi pengelola platform untuk membuat perlindungan dasar dengan lebih hati-hati terutama kepada kaum muda," kata CEO NSPCC, Peter Wanless, dikutip Businees Insider.
Ilustrasi anak main smartphone. Foto: Thinkstock
Kejadian yang berbahaya bagi anak-anak di platform Instagram bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, bos Instagram Adam Mosseri harus pergi ke Inggris untuk berbicara dengan para politisi, tentang Instagram yang disalahkan atas bunuh diri remaja bernama Molly Russell, 14 tahun.
"Menjaga anak-anak muda tetap aman di platform kami adalah prioritas utama kami dan eksploitasi anak dalam bentuk apa pun tidak diperbolehkan. Kami menggunakan teknologi canggih dan bekerja sama dengan polisi dan CEOP (Child Exploitation and Online Protection Command) untuk secara agresif memerangi jenis konten ini dan melindungi kaum muda," kata juru bicara Instagram.
ADVERTISEMENT
Platform teknologi yang dinilai melakukan pembiaran atas masalah kekerasan seksual pada anak ini dapat ditindak menurut undang-undang yang disahkan tahun ini. Menteri Digital Inggris, Margot James, berkata regulatorr di sana sangat mungkin mendenda perusahaan yang dinilai gagal menghapus konten-konten berbahaya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan