kumparan
11 Sep 2019 15:34 WIB

Rudiantara soal PHK Bukalapak: Ini Hal yang Wajar

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberi sambutan di peluncurkan program Digital Talent Scholarsip "SIMONAS" Jakarta, Kamis (5/9). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Menkominfo Rudiantara angkat bicara terkait langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) ratusan karyawan yang dilakukan perusahaan e-commerce Bukalapak.
ADVERTISEMENT
Menurut Rudiantara, PHK yang dilakukan Bukalapak merupakan hal yang biasa. Terlebih dengan status Bukalapak sebagai sebuah startup. Baginya, PHK menjadi dinamika kecil untuk perusahaan yang tengah berkembang.
"Saya dikasih tahu ada 100-an (karyawan yang kena PHK) dari 2.600. Kecil itu dari dinamika bisnis startup yang perubahannya sangat cepat. Menurut saya ini hal yang wajar. Kalau dilihat secara positifnya, Bukalapak pertumbuhannya tiga kali lipat. Logikanya, pasti dia akan nambah pegawainya," kata Rudiantara, saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/9).
Kantor riset dan pengembangan Bukalapak di Surabaya. Foto: Bukalapak
Melihat pertumbuhan yang dialami Bukalapak, Rudiantara melihat PHK ini tidak menunjukkan adanya indikasi startup unicorn yang dipimpin CEO Achmad Zaky itu bakal tutup.
"Ini bukan karena Bukalapak mau tutup, bukan. Kalau di industri lain memang PHK biasanya dilakukan kalau perusahannya sudah menurun kinerjanya. Ini naik tiga kali (pendapatan kotornya) masa PHK kaya gitu?" terangnya.
ADVERTISEMENT
Chief Strategy Officer Bukalapak, Teddy Oetomo, memang telah mengungkapkan bahwa gross profit Bukalapak di pertengahan 2019 mengalami kenaikan sampai tiga kali lipat dibandingkan pertengahan 2018. Ia juga mengatakan Bukalapak mengurangi setengah kerugian dari pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) selama 8 bulan terakhir.
Adapun langkah PHK ini dilakukan Bukalapak sebagai upaya penataan diri, termasuk menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Bukalapak membantah PHK ini ada kaitannya dengan 'masalah keuangan'.
Kantor riset dan pengembangan Bukalapak di Surabaya. Foto: Bukalapak
“Kami ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih keuntungan, dan dengan pencapaian performa bisnis yang baik dan modal yang cukup, kami menargetkan untuk dapat mencapai break even bahkan keuntungan dalam waktu dekat,” tegas Teddy, dalam siaran pers yang diterima kumparan.
ADVERTISEMENT
Terkait jumlah pelanggan yang terkena PHK, pihak Bukalapak enggan menyebutkan angkanya. Namun Head Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisono, menegaskan bahwa perusahaan tengah menata diri secara terbatas dan selektif.
Sebelumnya, salah satu sumber kumparan mengungkapkan jumlah karyawan Bukalapak yang terkena PHK terbilang "banyak". Bahkan untuk satu divisi saja yang terkena PHK bisa sampai 80-100 orang. Para karyawan yang terkena PHK ini mendapatkan pesangon.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan