Pencarian populer
26 November 2018 10:08 WIB
0
0
Shopee, Lazada, Tokopedia, Kuasai Pasar E-commerce Asia Tenggara
Shopee. (Foto: Jofie Yordan/kumparan)
Berdasarkan laporan riset 'e-Conomy SEA 2018' oleh Google dan Temasek, pertumbuhan nilai ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara pada 2025 diprediksi mencapai 240 miliar dolar AS. Khusus e-commerce, sektor ini disebut akan meningkat nilainya hingga 102 miliar AS atau sekitar Rp 1.483 Triliun pada 2025.
Proyeksi nilai ekonomi digital tersebut dibagi menjadi empat sektor, yakni e-commerce, travel online, media online, dan transportasi panggilan yang disertai pengiriman barang.
Salah satu yang mendapatkan peningkatan terbesar dan terbanyak adalah e-commerce. Pada 2015, sektor e-commerce mendapatkan GMV (Gross Merchandise Volume) sekitar 5,5 miliar dolar AS. Nilai tersebut kemudian meningkat empat kali lipat, melebihi 23 miliar dolar AS, pada tahun 2018.
Selain itu, mengingat tren kepercayaan konsumen yang berkembang pada pemain e-commerce di wilayah Asia Tenggara, Google dan Temasek memperkirakan pertumbuhan nilai ekonomi digital di bidang ini akan mencapai 102 miliar AS atau sekitar Rp 1.483 Triliun pada 2025 mendatang.
Produk yang dijual Lazada. (Foto: Lazada)
Laporan Google ini juga mengatakan, tiga perusahaan e-commerce terbesar di Asia Tenggara, Lazada, Shopee, dan Tokopedia, telah memainkan peran penting dalam meningkatkan nilai ekonomi digital di sektor e-commerce.
Gross merchandise volume ketiganya disebut tumbuh tujuh kali lipat secara kolektif dalam tiga tahun terakhir, dari 2015 hingga 2018. Dengan menawarkan puluhan juta produk, pengalaman belanja online yang nyaman disertai gencar memberikan promosi, kemudian jaringan logistik yang lebih luas, menjadi kekuatan utama di belakang pertumbuhan dramatis e-commerce di Asia Tenggara.

Indonesia 'medan perang' e-commerce
Pertumbuhan di sektor e-commerce pada tahun 2018 tergolong sehat dan merata di semua negara Asia Tenggara. Indonesia memimpin dengan pencapaian 12 miliar dolar AS.
Riset Google dan Temasek juga menjelaskan, Indonesia akan menjadi medan perang utama bagi para pemain e-commerce. Negara dengan ibu kota DKI Jakarta ini juga sudah memiliki dua startup unicorn yang bergerak di industri e-commerce, yakni Tokopedia dan Bukalapak.
Perusahaan E-commerce anggota idEA, Tokopedia. (Foto: Jofie Yordan/kumparan)
Selain itu, jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan pertumbuhan penggunaan internet yang meningkat setiap tahunnya menjadi faktor utama untuk mencapai proyeksi tersebut.
Menurut survei yang dilakukan Asosasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada tahun 2017 lalu pengguna internet di Indonesia meningkat menjadi 143,26 juta orang. Dan penggunaan perangkat mobile untuk berselancar internet mencapai 44,16 persen.
Selain itu, para pelaku e-commerce akan memperluas pasarnya hingga tempat-tempat terpencil di Indonesia di mana penetrasi e-commerce lebih rendah dan punya prospek pertumbuhan tertinggi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: