kumparan
4 Sep 2019 20:59 WIB

Tanggapan Xiaomi Saat Bisnis Ponselnya Disebut Menurun di Indonesia

Perusahaan teknologi China, Xiaomi. Foto: Abhishek N. Chinnappa/Reuters
Sejumlah lembaga riset pasar melaporka penurunan pangsa pasar smartphone Xiaomi di Indonesia pada kuartal kedua tahun 2019.
ADVERTISEMENT
Canalys, misalnya, membeberkan bahwa Xiaomi mengalami penurunan pangsa pasar hingga 9 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Laporan Canalys juga menunjukkan bahwa Xiaomi menjadi satu-satunya produsen smartphone yang mengalami penurunan pangsa pasar dalam daftar 5 produsen teratas di Indonesia.
Selain Canalys, lembaga riset IDC juga melaporkan bahwa Xiaomi mengalami penurunan peringkat dalam hal penguasaan pangsa pasar smartphone di Indonesia. Xiaomi mendapatkan 16,8 persen pangsar, dan mesti rela turun ke peringkat empat dari yang sebelumnya mereka berada di posisi kedua.
Menurut riset IDC ini, Samsung masih menduduki posisi puncak peringkat brand smartphone dengan raihan paling besar, yakni 26,9 persen. Sementara di posisi kedua ada Oppo dengan 21,5 persen dan Vivo 17 persen. Secara mengejutkan, Realme berada di peringkat kelima dengan raihan 6,1 persen.
ADVERTISEMENT
Ditemui pada event Konferensi Pengembang Xiaomi di Jakarta, Rabu (9/4), Stephanie Sicilia, Head of Public Relation Xiaomi Indonesia, sempat memberikan tanggapannya perihal laporan dari kedua lembaga riset tersebut. Menurutnya, Xiaomi memang sedang berhati-hati dalam menyusun langkah bisnis mereka.
“Selama kuarter satu, dua, tiga tahun ini, kami lebih hati-hati dalam melakukan langkah bisnis, karena lagi ada perubahan internal. Jadi lagi prudent lah,” beber Stephanie.
Stephanie emoh untuk merinci perubahan internal macam apa yang sedang dilakukan oleh Xiaomi.
“We’re taking a prudent step in terms of business. Tapi, intinya semua untuk meningkatkan efisiensi, dan ujung-ujungnya we’ll bring more products,” pungkasnya.
Smartphone Xiaomi Redmi Note 7. Foto: Retno Wulandari/kumparan
Market Analyst IDC Indonesia, Risky Febrian, mengatakan bahwa sebenarnya Xiaomi mendapat sambutan baik dari publik lewat produk Redmi Note 7 dan Redmi Note 7. Namun, karena permintaan pasar yang tinggi, serta ketersediaan yang tidak terlalu besar, membuat harga produk ini melambung.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, tidak semua lembaga riset menyimpulkan bahwa Xiaomi mengalami penurunan pangsa pasar. Lembaga riset Counterpoint justru mengatakan Xiaomi mengalami pertumbuhan pangsa pasar sebanyak 2 persen dari periode tahun sebelumnya, menjadikan mereka berada di posisi kedua sebagai produsen smartphone teratas di Indonesia dengan raupan pangsa pasar sebanyak 21 persen pada kuartal kedua 2019.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan