kumparan
8 Jun 2018 7:29 WIB

Bersiap! Toboali City on Fire 2018 Akan Kembali Digelar

Peresmian festival Toboali City on Fire. (Foto: Shika Arimasen Michi/kumparan)
Bangka Belitung boleh saja terkenal karena novel dan film Laskar Pelangi. Namun, itu saja tidak cukup untuk membuat wisatawan mancanegara datang dan menikmati keindahan alam di sana. Perlu ada event pariwisata yang konsisten untuk menarik perhatian mereka.
ADVERTISEMENT
Itulah yang diucapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam peluncuran event Toboali City on Fire Season III. Ia mengapresiasi pemerintah Kabupaten Bangka Selatan yang konsisten mengadakan Toboali City on Fire yang menginjak tahun ketiga sejak dihelat pada 2016 lalu.
Arief memuji bahwa festival budaya terbesar di Pulau Bangka ini memang layak dibantu promosinya oleh Kementerian Pariwisata.
“Toboali City of Fire layak dipromosikan karena jumlah performance paling banyak, yakni ada 16 event. Rinciannya ada sebelas event culture, dua sport, dan tiga tourism,” papar Arief di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (7/6).
Selama tiga hari penuh, mulai tanggal 27-29 Juli, Toboali akan dipadati event yang memanjakan wisatawan. Rangkaian acaranya antara lain: Toboali Fashion Carnival, Festival Tari Kreasi Daerah, Nganggung 1000 Dulang, Festival Layang-layang, Festival Barongsai, Festival Band, Toboali Oriental Mural Festival, Ritual Adat Buang Juang, Backpacker Bike Tour, dan lain-lain.
Peresmian festival Toboali City on Fire. (Foto: Shika Arimasen Michi/kumparan)
Total dalam setahun, Kabupaten Bangka Selatan mengadakan 24 event pariwisata. Terbukti dengan banyaknya event, jumlah wisatawan pun meningkat. Pada 2017 lalu, Bangka Selatan dikunjungi 6.417 wisatawan mancanegara dan 324.189 wisatawan domestik dengan kenaikan rata-rata 20 persen.
ADVERTISEMENT
Toboali City on Fire Season III diprediksi dapat mendatangkan 20 ribu pengunjung dalam 3 hari.
“Kami konsisten mengembangkan pariwisata di Bangka Selatan. Sebab, efeknya luar biasa dalam attracting pengunjung. Awalnya kebanyakan turis lokal, tapi pada season II sudah mulai terlihat wisatawan mancanegara,” papar Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rusman.
Namun, Arief Yahya tetap memberikan catatan untuk kemajuan pariwisata Bangka Belitung. Menurutnya, Bangka Belitung tidak mungkin menjadi destinasi wisata internasional jika terhalang aksesbilitas. Sebab saat ini Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, sudah berstatus bandara internasional, tapi belum memiliki penerbangan internasional reguler.
“Gubernur harus turun langsung dan terlibat dalam mengajak maskapai. Kemenpar siap membantu 75 persen dana untuk 15 penerbangan pertama internasional pertama,” janji Arief.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan