Pencarian populer

Jangan Taruh Barang di Kantong Belakang Kursi Pesawat, Ini Alasannya

Ilustrasi kursi pesawat. (Foto: Thinkstock)

Saat traveling dengan pesawat terbang, kamu pasti kerap mendengar instruksi dari pramugari untuk melihat kartu petunjuk keselamatan yang disimpan di dalam kantung belakang kursi pesawat terbang. Biasanya kartu petunjuk keselamatan disematkan bersama dengan in-flight magazine di dalam kantong di belakang kursi.

Penempatan kartu petunjuk dan majalah di kantong belakang kursi pesawat terbang memang merupakan pilihan yang tepat. Karena membuatnya mudah untuk dijangkau dan dibaca saat penumpang berada dalam sebuah penerbangan.

Selain karena letaknya yang mudah dijangkau dan desainnya yang mudah digunakan, kantong belakang kursi pesawat terbang juga sangat fungsional. Sehingga bisa kamu manfaatkan untuk menyimpan barang saat kamu berada dalam perjalanan.

Misalnya saja untuk menyimpan peralatan elektronik saat sedang di-charge, menaruh botol minuman, atau menjadi tempat penyimpanan barang sementara kamu melakukan aktivitas lain di kursi pesawat. Namun, di balik kegunaannya tersebut, tahukah kamu kalau kantong belakang pada kursi pesawat semestinya dihindari?

Kantong Belakang Kursi Pesawat. (Foto: Shutterstock)

Dilansir Mirror, kantong di kursi belakang kursi pesawat terbang merupakan salah satu tempat paling kotor di pesawat. Sebab, awak kabin tidak memiliki waktu yang cukup untuk membersihkan kantong pada kursi belakang secara menyeluruh, terutama bagi pesawat yang hanya memiliki waktu sedikit untuk ‘bersandar’.

Padahal pesawat dinaiki oleh banyak penumpang dari berbagai latar belakang yang berbeda dan berbagai tingkah laku yang berbeda pula.

Kamu pun tidak tahu apa yang terakhir kali mereka pegang, dan bagaimana kebiasaan mereka sebelum memasuki pesawat. Beberapa jenis barang yang pernah atau biasa dimasukkan oleh penumpang ke dalam kursi belakang pesawat antara lain tisu bekas pakai, bungkusan makanan, kunyahan permen karet, botol kosong, kantong muntah, hingga popok bayi.

com-Kursi Pesawat (Foto: AirAsia)

Sampah-sampah itu membuat kantong belakang kursi pesawat dipenuhi berbagai kuman tak kasat mata. Salah satunya bakteri MRSA yang diklaim dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Menurut penelitian di Auburn University Alabama, bakteri MRSA dapat bertahan salam kantung belakang kursi selama tujuh hari. Jangka waktu tersebut merupakan durasi terlama bakteri menempel pada permukaan benda.

Para ahli menyarankan untuk menggunakan plastik zip-lock untuk membungkus barang yang akan kamu simpan dalam kantong belakang kursi pesawat. Sehingga tidak terjadi kontak langsung antara kantong dengan barang atau tanganmu.

Meski begitu, cara terbaik untuk menghindarkan dirimu dari berbagai ancaman penyakit pada pesawat adalah dengan memasukkan seluruh barang milikmu ke dalam tas. Dan tentu saja menghindari kantong yang berada di bagian belakang kursi pesawat.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: