Kumparan Logo
Makanan di Pesawat
Makanan di Pesawat

Klarifikasi Garuda Indonesia Soal Viralnya Menu Makanan Ditulis Tangan

kumparanTRAVELverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Makanan di Pesawat Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Makanan di Pesawat Foto: Shutter Stock

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia tengah hangat diperbincangkan warganet. Setelah viralnya soal makanan cepat saji ala Jepang yang disediakan bagi penumpang, kini Garuda Indonesia mendapat 'masalah' baru.

Seorang influencer asal Indonesia bernama akun @rius.vernandes mengunggah sebuah foto menu makanan yang ditulis dengan tangan dalam secarik kertas. Menurut unggahan tersebut, catatan menu makanan yang ditulis tangan tersebut diberikan ke pada penumpang kelas bisnis karena awak kabin beralasan bahwa buku menu yang seharusnya digunakan masih dalam proses percetakan.

Kolase instastory Rius Vernandes terkait catatan menu makanan Garuda Indonesia yang ditulis tangan Foto: Instagram/@rius.vernandes

Sontak, unggahan ini menjadi viral dan memicu beragam opini yang menimbulkan kontroversi antar warganet. Beberapa di antaranya mulai merasa kecewa dengan pelayanan Garuda Indonesia yang dianggap menurun.

Akun bernama @ariasarlito bahkan menganggap bahwa menurunnya kualitas pelayanan dari segi menu ini menjadi salah satu alasan Garuda Indonesia turun peringkat sebagai salah satu dari 10 maskapai penerbangan terbaik berdasarkan Skytrax.

embed from external kumparan

Apalagi menurut akun Twitter bernama @arieparikesit, penumpang bernama akun @ariasarlito sudah dua kali mengalami penerbangan tanpa kartu menu di pesawat Garuda Indonesia. Padahal @ariasarlito berada dalam kelas Bisnis di maskapai andalan Indonesia tersebut.

embed from external kumparan

Travel influencer kenamaan @amrazing bahkan juga sempat mengunggah kembali foto catatan menu makanan Garuda Indonesia yang ditulis dengan tangan dalam akun Twitternya.

"Hahaha. Aduh bisnis class kek gini.. baru juga kemarenan diributin karena makanan business class-nya Hokben doang...," terangnya dalam unggahan tersebut.

embed from external kumparan

Sedangkan warganet lainnya menganggap bahwa tindakan Rius Vernandess tidak sepenuhnya 'murni' sebagai bentuk kritik. Mengingat Rius juga menjadi Key Opinion Leader (KOL) bagi maskapai asing asal Singapura.

Melalui unggahannya, sebuah akun bernama @priambodo mengatakan bahwa Rius Vernandes sebaiknya tidak mengunggah kesalahan maskapai hanya untuk kebutuhan materi semata.

embed from external kumparan

Seorang warganet bernama akun @Timobros melalui unggahannya bahkan menuliskan ia mendapat informasi bahwa Rius 'memaksa' awak kabin untuk memotret catatan menu yang ditulis tangan tersebut.

embed from external kumparan

Lantas, apa kata pihak Garuda Indonesia terkait viralnya persoalan catatan menu yang ditulis tangan tersebut? Dalam akun Twitter resminya, Garuda Indonesia mengatakan bahwa catatan tersebut bukanlah kartu menu bagi penumpang.

Tetapi catatan pribadi awak kabin saat tengah bertugas yang sebaiknya tidak disebarluaskan.

"Dapat kami sampaikan bahwa ini bukan kartu menu untuk penumpang, melainkan catatan pribadi awak kabin yang tidak untuk disebarluaskan. Terima kasih.," cuitnya, ketika menanggapi kekecewaan warganet terkait pelayanan Garuda Indonesia bagi para penumpangnya.

embed from external kumparan

"Foto yang tersebar di media sosial adalah catatan pribadi salah satu awak kabin kami yang tidak untuk disebarluaskan lebih lanjut. Catatan tersebut juga bukanlah menu card yang dibagikan kepada penumpang oleh awak kabin kami," kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan saat dihubungi kumparan pada Minggu (14/7).

Garuda Indonesia Kebaya Pertiwi Special Flight Foto: Dok. Garuda Indonesia

Ia juga menjelaskan bahwa Garuda Indonesia memastikan bahwa menu card senantiasa tersedia di kelas bisnis pada setiap penerbangan internasional. Sementara itu, Garuda Indonesia juga mengimbau agar foto catatan awak kabin tersebut tidak disebarluaskan, karena dapat menimbulkan misleading dan merugikan image Garuda Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, kumparan masih belum bisa menghubungi Rius Vernandes untuk dimintai keterangan.

kumparan post embed