kumparan
16 Sep 2019 19:03 WIB

Klarifikasi Traveloka Soal Terminal 2 Traveloka di Bandara Soetta

Petugas menghapus tulisan pegi-pegi dan traveloka dari rambu petunjuk arah terminal di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Dok. Istimewa
Traveloka angkat bicara soal co-branding di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang yang disebut-sebut mengubah nama Terminal 2 menjadi Terminal 2 Traveloka.
ADVERTISEMENT
Public Relations Director Traveloka Group, Sufintri Rahayu menegaskan bahwa dalam kerja sama co-branding tersebut pihaknya tidak bermaksud untuk mengubah nama, baik itu Terminal 2 maupun Bandara Soekarno Hatta.
“Kami tegaskan kembali bahwa tidak ada rencana dalam kerja sama co-branding ini untuk melakukan pergantian nama Bandar Udara Internasional Seokarno-Hatta menjadi nama apapun,” ungkap Sufintri dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, Senin (16/9).
Suasana di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan
Sufintri juga menyatakan bahwa pihaknya menghormati nilai-nilai dan filosofi dari nama Bandar Udara Soekarno-Hatta.
“Nama tersebut merupakan warisan budaya bangsa yang menurut kami sudah seharusnya melekat kepada nama Bandar Udara tersebut,” ujarnya.
Sufintri juga kembali menegaskan bahwa lingkup kerjasama co-branding ini berfokus pada peningkatan pelayanan dan pengalaman para pengguna jasa di Terminal 2.
ADVERTISEMENT
“Maka dari itu, kami mengklarifikasi dan meminta maaf kepada pihak terkait apabila terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.
Dalam keterangan resmi sebelumnya, CMO Transport Traveloka, Dionisius Nathaniel mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Angkasa Pura II untuk menjadikan Terminal 2 Bandara Soetta bertajuk Gateway to Experiences.
Dionisius mengklaim Traveloka akan menjadi perusahaan teknologi pertama di dunia yang memiliki hak penamaan dan hak untuk menyediakan berbagai pelayanan dan instalasi di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Rambu-rambu di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan
Secara bertahap Traveloka bakal menyediakan layanan eksklusif namun dapat diakses dengan mudah bagi para pengguna, seperti lounge, check-in counter khusus. “Serta masih banyak lagi yang akan dikembangkan secara bertahap,” ujarnya.
Dionisius berharap, adanya co-branding ini akan memberikan inspirasi dan pengalaman bagi pengunjung bandara. Sebab nantinya pengunjung dapat memberikan masukan atau ide guna menghadirkan pengalaman bandara yang lebih menarik, nyaman, dan tak terduga.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, menurut Dionisius, kolaborasi dengan pengguna ini merupakan faktor terpenting untuk bersama-sama mewujudkan pengalaman terbaik saat berada di bandara.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan