kumparan
9 Feb 2018 14:54 WIB

Mamacation, Membahagiakan Ibu ala Travel Blogger Ariev Rahman

Video
Orang tua memang selalu punya tempat istimewa di hati anak-anaknya. Menghabiskan waktu bersama orang tua seperti berbelanja, merawat diri, melakukan hobi bersama, hingga traveling bersama menjadi pilihan menarik.
ADVERTISEMENT
Tak terkecuali bagi Muhamad Arif Rahman, atau yang lebih dikenal sebagai Ariev Rahman, seorang travel blogger asal Ungaran, Semarang.
Ia melakukan perjalanan ala backpacker bersama sang ibu dan mengabadikannya dalam sebuah segmen di blognya (backpackstory.me) bernama Mamacation.
Hongkong (Foto: backpackstory.me/arievrahman)
Kepergian sang ayah di pertengahan tahun 2009, dua minggu setelah ibunya berulang tahun menjadi kado pahit yang harus diterima mereka berdua. Lahir sebagai anak tunggal membuat Ariev hanya tinggal berdua dengan sang ibu, sepeninggal ayahnya.
Berbagai cara dilakukan oleh Ariev untuk mengurangi rasa sedih ibunya. Mulai dari lebih sering pulang hingga membelikan sepasang kucing agar beliau tidak merasa sepi, karena Ariev sendiri terpisah jauh dan harus tinggal di Jakarta.
Meski begitu, Ariev merasa masih tetap ada yang kurang. Ia sedih melihat ibunya kesepian karena tinggal sendiri di rumah, ditambah lagi, biasanya di akhir pekan ibunya selalu diajak jalan-jalan oleh ayahnya ketika masih hidup.
ADVERTISEMENT
Ariev akhirnya mengambil keputusan untuk menjadi pemburu tiket murah untuk mengajak ibunya jalan-jalan di pertengahan tahun 2011, dan ini juga asal muasal dari Mamacation. Sebutan untuk perjalanan liburan Ariev dengan ibunya menikmati keindahan dunia yang berasal dari kata 'Mama' dan 'Vacation'.
Universal Studio, Singapore (Foto: backpackstory.me/arievrahman)
Ia terpikir mengajak sang ibu jalan-jalan karena pada saat itu pun dia sedang sering melakukan perjalanan sendiri. "Toh saya juga lagi sering jalan-jalan sendiri waktu itu kan", ujar peraih Indonesia's Best Travel Blog 2014 oleh SkyscannerID itu, ketika berbincang dengan kumparan (kumparan.com) di daerah Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Mamacation sudah menyambangi tujuh negara, seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Jepang, Hongkong, hingga Arab Saudi. Bukan hanya di luar negeri, berbagai kota dalam negeri seperti Yogyakarta, Bali, Bangka, Malang, hingga kampung halaman, Semarang dijalani Ariev bersama sang ibu.
ADVERTISEMENT
Ariev melakukan perjalanan bersama ibunya dengan gaya backpacker. Membawa ransel besar, menginap di tempat yang biasa, perjalanan dengan transportasi umum, menemui berbagai orang-orang unik dan mendapatkan pertolongan yang tak diduga adalah hal yang lumrah dalam perjalanan Mamacation.
Hal ini jugalah yang membuatnya bangga. Pasalnya, seorang ibu yang telah berusia 50 tahunan masih mau diajak berjalan-jalan ala anak muda dan mau mencoba Roller Coaster Galactica di Universal Studio, Singapura.
Dalam blognya, Ariev juga pernah menceritakan tentang rasa haru ibunya ketika dibawa berjalan-jalan ke Beijing. Bukan karena jalan-jalannya, tapi karena ibunya merasakan salju untuk pertama kali di Lonqing Gorge Snow and Ice Festival di Beijing.
Menurut tour guide mereka, saat itu merupakan salju yang pertama turun setelah berhari-hari memasuki musim dingin. Sang ibu pun sampai tergelincir karena senang. Dan, perjalanan di Beijing juga menjadi penutup Mamacation di masa lajang Ariev Rahman.
Hongkong (Foto: backpackstory.me/arievrahman)
Bagi seorang Ariev Rahman, ibu adalah orang yang sudah memberikan hidup bagi anaknya, "Kalo saya sih lebih bersyukur aja sebenarnya punya mamah yang seperti ini, yang bisa diajak jalan, bisa diajak kompromi," ujar Ariev.
ADVERTISEMENT
"Kadang-kadang kan ada juga orang tua yang lebih suka memaksakan kehendak ke anaknya, untungnya mama saya enggak begitu. Ketika anaknya punya pendapat, beliau mau mendengarkan", lanjut travel blogger yang juga pernah meraih gelar Indonesia's Best Travel Blog 2015 versi Blogger Camp Id.
Sebagai penutup, Ariev mengungkapkan bahwa membawa sang ibu jalan-jalan merupakan hal yang membanggakan bagi dirinya. "Setelah puluhan tahun kita diurusi sama beliau, sekarang gantian kita yang mengurusi mereka. Bikin senang orang tua memang tak terbayarkan dan perasaan senangnya tidak bisa dideskripsikan," tutup Ariev.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan